Rabu, 05 Feb 2020 15:55 WIB

WNI Karantina di Natuna Akhirnya Punya Akses Komunikasi

Siti Masluha - detikHealth
Sebanyak 250 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalani observasi. ANTARA FOTO/M N Kanwa/aww. Proses evakuasi WNI dari Wuhan di Natuna. (Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Jakarta -

Sebanyak 238 WNI (Warga Negara Indonesia) yang berada di Wuhan, China, akhirnya berhasil dievakuasi pada Sabtu (1/2) dan tiba di Natuna pada Minggu, (2/2). Seluruh WNI dari Wuhan akan menjalani proses observasi kesehatan atau karantina kesehatan di Natuna selama kurang lebih 14 hari sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona.

Saat tiba di Natuna, seluruh WNI dikabarkan kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga atau kerabatnya. Mereka sempat tidak diperbolehkan untuk komunikasi dengan orang luar, meskipun menggunakan handphone. Selain itu alat komunikasi milik mereka masih terkoneksi dengan jaringan China.

Untuk memberikan kenyamanan bagi para WNI yang sedang dalam masa observasi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Widyawati, MKM mengatakan pihaknya telah memberikan akses komunikasi berupa pemberiam SIM Card. Hal ini dilakukan untuk membantu mereka berkomunikasi dengan keluarga atau kerabat setelah sebelumnya di berikan fasilitas berupa Wifi.

"Kita sudah memberikan SIM Card untuk WNI di Natuna setelah sebelumnya kita juga melakukan pemasangan wifi disana" jelas drg. Widyawati saat ditemui di Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020)

Sampai saat ini seluruh WNI yang berada di tempat karantina kesehatan di Natuna dalam keadaan baik dan sehat. Tidak ada kenaikan suhu tubuh sampai 38 derajat ataupun keluhan yang berkaitan dengan gejala virus corona seperti batuk dan demam.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)