Kamis, 06 Feb 2020 11:15 WIB

WHO Sebut Wabah Virus Corona Belum Masuk Kategori Pandemi, Kok Bisa?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
FILE - In this Thursday, Jan. 23, 2020 file photo, Passengers wear protective face masks at the departure hall of the high speed train station in Hong Kong.  Fear about the effects of a new virus found in China is spreading faster through financial markets around the world than the sickness itself. U.S. stocks fell to their biggest weekly loss since early October on worries that the new coronavirus could ultimately hurt travel and global economic growth. (AP Photo/Kin Cheung, File) Wabah virus corona menjadi ancaman bagi banyak orang. (Foto: AP Photo/Kin Cheung, File)
Jakarta -

Meski sudah menjadi ancaman dunia, World Health Organization (WHO) sebut wabah virus corona (2019-nCoV) bukanlah suatu pandemi. Saat ini, Kamis (6/2/2020), virus corona telah menginfeksi sekitar 28.018 orang di 28 negara dan 563 diantaranya meninggal dunia.

"Kita sedang tidak berada dalam situasi pandemi," kata Dr Sylvie Briand, Direktur Departemen Manajemen Penyakit Menular WHO, seperti yang dikutip dari CNN.

Pandemi merupakan penyebaran penyakit jenis baru yang terjadi di seluruh dunia. Namun, tidak sembarangan wabah penyakit bisa dikategorikan ke dalam pandemi, sebab perlu memperhatikan beberapa faktor seperti jumlah populasi yang tertular dan tingkat keparahan dari penyakit.

Menurut WHO, pandemi terakhir yang dilaporkan adalah wabah H1N1 pada 2009, yang telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia. Para ahli pun percaya bahwa wabah virus corona 2019-nCoV belum mencapai tingkat pandemi.

"Virus ini telah menyebar ke berbagai benua, tetapi infeksi yang dilakukan tampaknya masih hanya dalam tahap darurat," kata Paul Digard, ketua virologi The Roslin Institute, di University of Edinburgh, Inggris.

"Kecuali kalau sampai terbukti virus ini berdampak pada rantai transmisi yang luas ke banyak negara lain, dan saya pikir masuk akal untuk tetap menyebutnya sebagai wabah," lanjutnya.

Peneliti senior dalam bidang kesehatan global, dari University of Southampton, Inggris, Dr Michael Head mengatakan walaupun virus corona ini telah menginfeksi di berbagai negara, jumlah kasus penularan yang terjadi di luar China masih terbilang sedikit.

"Jadi belum cukup bagi Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyatakan pandemi," pungkas Michael.



Simak Video "Keputusan RI Buka Sekolah di Zona Kuning Dikritik WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)