Kamis, 06 Feb 2020 14:32 WIB

Potret Penuh Luka Para Perawat di China yang Tangani Virus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Perawat yang luka-luka tangani virus corona Potret penuh luka perawat tangani virus corona. (Foto: @CGTNOfficial0)
Jakarta -

Sempat heboh soal perawat yang menangani pasien virus corona baru (2019-nCOv). Kondisi wajah dan kulit tangannya pecah-pecah. Alasannya disebut karena ia memakai masker dan sarung tangan terlalu lama.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis kulit dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, menjelaskan jika seseorang memakai masker dan sarung tangan dalam jangka waktu yang cukup lama atau bahkan tidak sempat menggantinya, tentu bisa menyebabkan kondisi kulit seperti yang dialami perawat tersebut.

"Virus ini kan belum jelas juga penyebarannya seperti apa? Tentu yang merawatnya pasti akan khawatir sekali, dan penggunaan masker dan sarung tangannya dalam jangka lama, dan kesibukan menghandle banyak pasien jadi gak sempat dilepas atau diganti," kata dr Darma kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

Melihat foto yang beredar, tampak jelas di bagian wajah efek dari tekanan penggunaan masker yang terlalu lama. Menurut dr Darma masker N95 yang perawat gunakan memang terasa kencang saat digunakan.

"Kan masker yang bagus harus benar-benar ditekan, bukan seperti masker bedah, efeknya salah satunya dan mungkin karena dia khawatir karena penularannya lewat udara jadi harus di ikat kuat sekali, dan itu bila dalam jangka panjang bisa seperti itu," jelasnya

Sama dengan penggunaan masker, tangan bisa lecet karena penggunaan sarung tangan yang terlalu lama, dr Darma menjelaskan hal ini terjadi karena tangan terlalu kering membuat kondisi kulitnya pecah-pecah.

Mengutip Health, saat kamu memakai masker n95 kamu perlu mengikuti arahan dan instruksi yang ada pada produk tersebut. Masker N95 harus dipastikan menutupi hidung dan mulut agar kamu tidak bernapas dalam jamur dan debu. Jika masker dirasa tidak cocok, masker tersebut juga tidak akan berfungsi dengan baik.

Saat masker N95 tersumbat, ia menjadi lebih sulit untuk bernapas. Saat ini terjadi, buang dan gunakan yang baru. Buang masker jika basah atau kotor di bagian dalam, jika cacat, atau jika saringan robek. Masker yang rusak mungkin tidak akan pas. Masker N95 juga disebut tidak dapat dibersihkan.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)