Jumat, 07 Feb 2020 05:00 WIB

Round Up

Bayi Berusia 30 Jam Jadi Pasien Termuda Virus Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
In this Thursday, Jan. 23, 2020, photo, a staff member wearing a hazardous materials suit hauls a bin at a hospital that reported a coronavirus death in Yichang in central Chinas Hubei Province. China is swiftly building a 1,000-bed hospital dedicated to patients infected with a new virus that has killed 26 people, sickened hundreds and prompted unprecedented lockdowns of cities during the countrys most important holiday. (Chinatopix via AP) Bayi berusia 30 jam jadi pasien termuda virus corona Wuhan (Foto: Xiong Qi/Xinhua via AP)
Jakarta -

Jumlah pasien virus corona 2019-nCoV dilaporkan terus meningkat. Data terakhir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada lebih dari 28 ribu kasus terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut seorang bayi yang usianya baru 30 jam dilaporkan jadi pasien termuda.

Dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Wuhan menyebut seorang ibu hamil yang terinfeksi nCoV melahirkan bayi pada 2 Februari lalu. Bayi yang baru lahir itu lalu dites 30 jam kemudian dan terbukti positif virus corona.

Meski bayi baru lahir itu memiliki tanda vital yang stabil dan tidak ada demam atau batuk, ia mengalami sesak napas. Pemeriksaan rontgen menunjukkan tanda infeksi dan beberapa kelainan pada fungsi hati.

Ahli menyebut kasus ini bisa jadi menunjukkan kemampuan virus menginfeksi di dalam rahim.

"Ini mengingatkan kita untuk lebih memperhatikan ibu hamil karena mungkin menjadi rute penularan virus," kata kepala dokter rumah sakit tersebut, Zeng Lingkong, seperti dikutip dari Reuters.

Selain bayi yang baru berusia 30 jam, media pemerintah China CCTV melaporkan ada satu bayi lagi yang juga positif terinfeksi virus corona.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)