Jumat, 07 Feb 2020 11:36 WIB

Pakar Vaksin RI Komentari Kematian Dokter 'Whistle Blower' Virus Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Li Wenliang, Dokter Whistle Blower yang Meninggal Tertular Virus Corona Dokter Li meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona. (Foto: CNN)
Jakarta -

Dokter Li Wenliang (34) dari Wuhan, China, dikabarkan meninggal dunia setelah dirawat akibat terinfeksi virus corona baru (2019-nCoV). Ia dikenang sebagai pahlawan karena jadi salah satu dokter pertama yang menemukan virus pada bulan Desember lalu namun 'dibungkam' oleh otoritas setempat.

Berbicara pada CNN, Li mengaku saat itu hanya ingin memperingatkan koleganya. Kala itu Li berbicara di grup dokter agar yang lain waspada terhadap virus mirip SARS dan selalu mengenakan pakaian pelindung.

Tak lama polisi datang dan menuduh Li telah menyebarkan hoax yang berisiko menimbulkan kegaduhan. Li dipaksa menandatangani perjanjian agar dirinya tak lagi menyebarkan info soal virus bila tak ingin ditahan.

"Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman kelas saya di universitas agar berhati-hati," kata Li pada CNN beberapa hari lalu.

Kematian Li pada Jumat (7/2/2020) menuai berbagai respons. Netizen di China banyak mengungkapkan rasa sedih dan marah.

Di Indonesia pakar vaksin dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas berkomentar agar hal ini dijadikan pelajaran bagi pemerintah.

"Pelajaran dari kasus beliau (Li Wenliang) bila peneliti atau ilmuwan menemukan sesuatu yang sesuai kapasitas keilmuannya, sebaiknya didengarkan dulu. Jangan langsung dianggap macam-macam. Bisa jadi apa yang disampaikan adalah kebenaran," kata dr Dirga pada detikcom.

Menurut dr Dirga harga yang harus dibayar hanya untuk meredam kepanikan publik bisa sangat mahal bila peringatan dari ilmuwan tidak didengarkan.



Simak Video "Dokter yang Kabarkan Virus Corona Wuhan Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)