Jumat, 07 Feb 2020 14:00 WIB

5 Fakta Li Wenliang, 'Whistle Blower' Virus Corona yang Meninggal

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Li Wenliang, Dokter Whistle Blower yang Meninggal Tertular Virus Corona 5 fakta soal dokter Li Wenliang, 'Whistle Blower' virus corona. Foto: diolah
Jakarta -

Dokter Li Wenliang dari Rumah Sakit Pusat Wuhan dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang menjadi dokter pertama yang menemukan virus corona dan membantu banyak orang.

Ia meninggal karena terinfeksi oleh coronavirus atau 2019-nCoV yang hingga saat ini masih menghantui masyarakat China dan sejumlah negara lainnya.

Dirangkum detikcom, berikut ini 5 fakta soal 'Whistle Blower' virus corona, dr Li Wenliang.


1. Dituding sebar hoax

Pada 30 Desember 2019 lalu, Li Wenliang, dokter dari Wuhan pertama kali mendiagnosis tujuh pasien yang disebut mengidap penyakit yang mirip seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Ia menjelaskan, hasil tes pada pasien tersebut menunjukkan positif virus corona.

Li pun akhirnya menyebarkan pesan pada setiap orang untuk waspada akan virus corona ini. Tapi, aksi tersebut dituduh oleh polisi Wuhan sebagai penyebaran rumor atau hoax dan menjadi satu dari delapan orang yang juga diselidiki polisi karena 'menyebarkan hoax'.

Ia dipanggil kepolisian, Public Security Bureau untuk menandatangani sebuah surat yang tertulis kalau ia dituduh menyebarkan desas-desus palsu yang mengganggu masyarakat.

2. Usianya masih muda

dr Li Wenliang terbilang sebagai dokter yang masih muda. Saat memerangi virus corona, ia masih berusia 34 tahun.

3. Bekerja sebagai dokter spesialis mata

dr Li ini merupakan salah satu dokter spesialis mata di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Meski begitu, ia menjadi yang pertama memeriksa tujuh pasien yang disebutnya mengidap penyakit yang mirip seperti SARS.

4. Alami gejala infeksi saat merawat pasien

dr Li sempat mengalami gejala batuk-batuk setelah merawat pasien dengan glaukoma pada 10 Januari 2020 lalu. Pada hari berikutnya, ia baru mengalami demam.

Dan akhirnya pada 1 Februari 2020, dr Li akhirnya didiagnosis dengan 2019-nCoV atau coronavirus.

5. Terinfeksi lalu meninggal

dr Li baru didiagnosis terinfeksi virus corona pada 1 Februari lalu. Sebelum meninggal, ia juga sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga pada Jumat (7/2/2020), berdasarkan pernyataan Rumah Sakit Pusat Wuhan, dr Li dikabarkan meninggal setelah berjuang membantu pasien memerangi virus corona.

"Dia meninggal pada 2:58 (dini hari) pada 7 Februari setelah upaya untuk menyadarkan kembali tidak berhasil," jelas pernyataan rumah sakit.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)