Minggu, 09 Feb 2020 17:30 WIB

Kemenkes Cek Kabar 6 WNI 'Suspek' Corona Masuk Batam dari Singapura

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri)  menyemprotkan antiseptik pada warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Dikabarkan ada 6 WNI 'suspek' virus corona masuk lewat Batam (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Sebanyak 6 WNI (Warga Negara Indonesia) 'suspek' virus corona dikabarkan masuk Batam dari Singapura. Kementerian Kesehatan tengah menelusuri kabar tersebut.

"Sedang dilacak kebenarannya. Karena tidak mungkin singapura melepas orang suspek," kata Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto, saat dihubungi detikcom, Minggu (9/2/2020).

"Karena suspek artinya orang sakit yg dikarantina," lanjut dr Yuri.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan thermal scanner untuk mendeteksi demam sebagai gejala infeksi virus corona. Artinya, suspek seharusnya akan terdeteksi ketika melewati alat tersebut.

Protokol organisasi kesehatan dunia WHO, menurut dr Yuri juga melarang orang sakit keluar dari satu negara.

"Kemarin dari Wuhan 3 WNI yang sakit tidak boleh pulang," jelas dr Yuri.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)