Minggu, 09 Feb 2020 18:21 WIB

Penegasan Kemenkes Soal Kabar 6 WNI 'Suspek' Corona di Batam

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri)  menyemprotkan antiseptik pada warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Seorang warga menyimak informasi tentang virus corona Wuhan (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Kabar 6 WNI (Warga Negara Indonesia) suspek virus corona masuk dari Singapura melalui Batam dibantah Kementerian Kesehatan RI. Penegasan disampaikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono.

"Nggak ada suspect Corona di Batam atau masuk melalui Batam," tegas dr Anung melalui pesan singkat, Minggu (9/2/2020).

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto, mengatakan pihaknya tengah mengecek kabar tersebut. Menurutnya, protokol organisasi kesehatan dunia WHO sebenarnya melarang Singapura melepas orang sakit keluar dari wilayahnya.

"Sedang dilacak kebenarannya. Karena tidak mungkin Singapura melepas orang suspek," kata dr Yuri.

"Kemarin dari Wuhan 3 WNI yang sakit tidak boleh pulang," dr Yuri mencontohkan.

Dalam broadcast yang beredar, disebutkan Kantor Imigrasi Batam mendapat info dari Kementerian Kesehatan dan Otoraitas Karantina Singaura bahwa ada 6 WNI dari Singapura yang terduga/suspect terjangkit Virus Corona keluar dari Singapura menuju ke Indonesia melalui Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Disebutkan pula, 2 orang di antarnya masuk melalui Ferry Internasional Harbour Bay Kota Batam pada 4 Januari 2020.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)