Minggu, 09 Feb 2020 20:01 WIB

Kerokan dan Teh Anget, Kombinasi Penangkal 'Virus Corona' Versi Netizen

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
ilustrasi kerokan Dalam keseharian, terapi kerokan kerap jadi andalan saat sedang tidak enak badan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Beragam reaksi terkait tidak adanya kasus positif virus corona Wuhan (2019-nCoV) di Indonesia hingga saat ini turut meramaikan media sosial. Kerokan dan teh anget banyak disebut sebagai 'penangkal' virus tersebut.

"orang indonesia kalo meriang dikerokin sama diurut besoknya sembuh.. si corona phobia kerokan kayanya," tulis akun @Teteh*** di Twitter.

Selain kerokan, terapi dengan teh hangat juga banyak disebut. Dalam keseharian, kombinasi keduanya memang banyak menjadi andalan ketika sedang tidak enak badan.

"Disini kalo ada yg demam dan flu cukup pake teh panas dan kerokan. Kelar," tulis @ndimas***.

Memangnya, sebegitu ampuhkah kerokan bisa menyembuhkan infeksi virus corona?

Sebuah penelitian bahkan memprediksi seharusnya sudah ada kasus positif di Indonesia, walau kenyataannya masih tidak ada kasus positif. The power of kerokan?Sebuah penelitian bahkan memprediksi seharusnya sudah ada kasus positif di Indonesia, walau kenyataannya masih tidak ada kasus positif. The power of kerokan? Foto: tangkapan layar

Tentu saja sulit dibuktikan, sementara di kalangan medis saja obat untuk virus ini belum ditemukan. Namun bahwa kerokan bisa membuat badan terasa lebih nyaman, praktisi kesehatan dr Dewi Ema Anindia mengatakan ada benarnya.

"Gerakan kerokan menimbulkan peradangan lokal yang memicu pelebaran pembuluh darah dan memicu keluarnya morfin alami dari dalam tubuh yang dinamakan endorfin. Endorfin ini lah yang menimbulkan relaksasi pada tubuh dan relaksasi otot," jelasnya dalam perbincangan dengan detikcom.

Entah serius atau cuma bercanda, banyak yang meyakini kebiasaan kerokan dan teh anget ampuh meredakan gejala infeksi virus corona.Entah serius atau cuma bercanda, banyak yang meyakini kebiasaan kerokan dan teh anget ampuh meredakan gejala infeksi virus corona. Foto: tangkapan layar

Ketua Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof dr Cissy B Kartasasmita, SpA(K), MSc, PhD, juga memiliki penjelasan soal efek kerokan. Menurutnya, efek rasa nyaman muncul karena pembuluh darah yang melebar.

"Jadi punggung yang sakit karena penimbunan asam laktat bisa diatasi dengan kerokan," kata Prof Cissy.

Jadi apakah virus corona susah masuk Indonesia karena warganya hobi kerokan? Yang tidak setuju boleh meninggalkan jejak di komentar.

Simak obrolan tentang kerokan bersama dr Ema dalam video Bincang Sehat berikut:

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)