Senin, 10 Feb 2020 08:18 WIB

Iseng Banget, Kamera Thermal Dipakai untuk Pilih Gorengan yang Masih Anget

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Indonesian corn fritters or Bakwan Jagung served with red chilies Memilih gorengan yang masih hangat dengan kamera thermal, bisakah? (Foto: iStock)
Jakarta -

Kamera thermal belakangan ini banyak disebut karena dipakai untuk mendeteksi gejala infeksi virus corona Wuhan (2019-nCoV) di bandara dan pelabuhan. Teknologi serupa sepertinya bisa dipakai untuk keperluan lain, misalnya memilih gorengan yang masih hangat.

Seperti diungkap oleh akun @kizuki** di Twitter. Dengan menyambungkan kamera thermal ke ponsel, memilih gorengan yang masih hangat di antara yang sudah dingin jadi terlihat sangat mudah.

Kamera thermal, seperti halnya thermal scanner di bandara, bekerja dengan mendeteksi panas. Sebagai penangkal penyakit, alat tersebut biasanya akan menandai orang-orang dengan suhu tubuh di atas normal yakni 37,5 derajat celcius.

Disebut-sebut kamera thermal bisa mendeteksi kentut, yang kadang-kadang memang terasa lebih hangat.Disebut-sebut kamera thermal bisa mendeteksi kentut, yang kadang-kadang memang terasa lebih hangat. Foto: viral

Cara kerja kamera thermal belakangan juga banyak dipakai untuk lelucon. Seperti yang viral baru-baru ini, kamera thermal disebut-sebut bisa mendeteksi gas pencernaan alias kentut.

Jangan buru-buru percaya. Kamera thermal bekerja dengan menembakkan sinar infra merah, sehingga tidak sembarang panas bisa terdeteksi. Kentut yang berupa gas tidak memantulkan kembali infra merah dan seharusnya tidak terdeteksi dengan thermal kamera.



Simak Video "Makan Gorengan Berlebihan Bisa Bikin Kulit Cepat Tua Lho!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)