Senin, 10 Feb 2020 14:52 WIB

Dianggap Tularkan Virus Corona dari Pakaian, Perawat Ini Diusir dari MRT

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Heboh virus corona dikhawatirkan ahli menimbulkan reaksi berlebih. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Tak hanya di China, negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia juga sudah terinfeksi virus corona. Salah satu diantaranya adalah Singapura.

Belum lama ini, sebuah postingan seorang perawat di Facebook mendadak viral. Di dalam postingan tersebut, si perawat di Singapura itu merasa dikucilkan saat ia mengenakan baju khas perawatnya.

Postingan Facebook yang dibagikan pada Jumat (7/2) lalu, membagikan cuplikan cerita tentang bagaimana seorang perawat dimarahi bahkan diusir oleh dua orang penumpang wanita dari transportasi MRT.


"Seorang perawat (bukan warga China) mengenakan seragam dan masker di kereta. Dua ibu-ibu memarahinya dalam bahasa China dengan sangat keras dan mengatakan dia membuat kereta kotor," tulisnya.

Perawat tersebut dimaki-maki dan diusir dari dalam MRT. Dikutip dari Mothership, perawat itu dianggap dapat menyebarkan virus corona dari pakaian kerjanya. Dalam postingan tersebut, si pengunggah merasa para petugas kesehatan mendadak dibenci oleh masyarakat sekitar karena virus corona yang sedang marak akhir-akhir ini.

Selain itu, salah satu netizen di Facebook juga memberikan tanggapannya soal perilaku yang tidak menyenangkan pada perawat tersebut.

"Jika kalian pikir para perawat dan dokter bisa membawa kuman atau virus, minta keluarga untuk merawat saat Anda sakit. Jangan dirawat di rumah sakit," tulis salah satu akun di Facebook.



Simak Video "Dugaan Lain Munculnya Virus Corona, Kebocoran Laboratorium Wuhan?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)