Senin, 10 Feb 2020 17:38 WIB

Kemenkes Pastikan di Pelabuhan Batam Ada Thermal Scanner dan Thermal Gun

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait virus corona di Apartemen Mediterania Garden 2, Jakarta, Kamis (6/1). Sosialisasi tersebut disambut baik warga. Thermal gun untuk mendeteksi demam, gejala infeksi virus corona (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Enam WNI di Batam sempat dikabarkan suspect virus corona baru. Kabar keenam WNI di Batam pun sempat memunculkan kekhawatiran penjagaan pintu masuk di pelabuhan tidak seketat di bandara.

Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan saat ini penjagaan pintu masuk tak hanya melalui thermal scanner.

"Kita tidak lagi mengandalkan thermal scanner, yang di luar kita mengandalkan thermal gun, meskipun pas turun thermal scan lagi. Artinya dua yang kita gunakan. Atau bisa setelah thermal scan kita sempitkan alur keluar ini dan kita periksa deh thermal gun satu-satu. Artinya penggunaan thermal gun kita gunakan bisa saja di atas pesawat atau setelah thermal scan," jelasnya saat ditemui di Gd Adhyatma Ruang Naranta Pers, Senin (10/2/2020).

Ia juga menambahkan, upaya ini dilakukan tidak hanya di bandara saja. Pintu di pelabuhan juga menjadi perhatian.

"Ini dilakukan di semua pintu masuk bukan hanya bandara saja tapi juga pelabuhan laut seperti di Kepulauan Riau Batam, itu yang kami lakukan," tambahnya.

Selain tindakan thermal scanner, dan thermal gun di pintu masuk, karantina wilayah pun dilakukan. Hal ini juga menjadi upaya pencegahan penyebaran virus corona.

"Kemudian ditambah dengan penguatan wilayah, beberapa daerah melaporkan salah satunya di Aceh ada tenaga dari China sudah datang, (sampai) hari ke 14 kita karantina di perusahaan. Karena datang dalam jumlah besar sekitar 12 orang kita lalukan karantina di perusahaannya. Lalu kita observasi hari ke-14 ini laporannya gak ada masalah. Artinya gak ada masalah," katanya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)