Selasa, 11 Feb 2020 05:30 WIB

Anak Jarang Kena, Kenapa Virus Corona Lebih 'Galak' ke Orang Dewasa?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona dilakukan di Stasiun Gambir, Jumat, (31/1/2020). Berikut foto-fotonya. Secara statistik, anak-anak lebih jarang terinfeksi virus corona Wuhan. Kenapa ya? (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Lebih dari 900 orang tewas akibat wabah virus corona Wuhan, sementara ribuan orang terinfeksi di berbagai negara. Namun satu hal yang bikin ilmuwan terheran-heran, sangat sedikit anak-anak yang tertular virus ini.

"Median umur pasien adalah antara 49 dan 56 tahun," tulis para ilmuwan dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA).

"Kasus pada anak terbilang langka," demikian para ilmuwan menyimpulkan.

Tidak diketahui pasti kenapa anak-anak jarang tertular virus baru yang untuk sementara dinamai 2019-nCoV tersebut. Namun sejak lama, para ilmuwan menemukan pola serupa termasuk pada penyakit cacar air (chickenpox) dan campak (measles).

Bahkan, pola yang sama juga ditemukan pada wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang sama-sama disebabkan oleh keluarga virus corona.

"Kami tidak memahami sepenuhnya fenomena tersebut. Mungkin karena perbedaan respons imun pada anak dibanding pada dewasa," kata Dr Andrew Pavia dari University of Utah, dikutip dari Livescience.

"Salah satu hipotesis menyebut respons imun bawaan, yaitu respons awal yang ditujukan pada kelompok patogen, cenderung lebih aktif," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2