Selasa, 11 Feb 2020 09:03 WIB

Inggris Laporkan Kasus 'Super-Spreader' Virus Corona, Ini Artinya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Airport personnel look at thermal scanners as they check on arriving passengers at Manilas international airport, Philippines, Thursday, Jan. 23, 2020. The government is closely monitoring arrival of passengers as a new coronavirus outbreak in Wuhan, China has infected hundreds and caused deaths in that area. (AP Photo/Aaron Favila) Kasus 'super-spread' virus corona dilaporkan terjadi di Inggris (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seorang pria Inggris yang terinfeksi virus corona Wuhan (2019-nCoV) diyakini sebagai 'super-spreader'. Usai mengunjungi Singapura untuk menghadiri sebuah konferensi, ia menularkan virus ke sejumlah orang dari 3 negara.

Pria berusia 50-an tahun ini datang ke Singapura pada 20-22 Januari silam. Sekurangnya 100 orang turut menghadiri konferensi, dan salah seorang di antaranya berasal dari Wuhan, sebuah kota di China yang menjadi pusat wabah.

Tanpa tahu dirinya terinfeksi, pria Inggris ini meninggalkan Singapura menuju resort ski di Prancis dan tinggal bersama keluarga pada 24-28 Januari. Di tempat inilah, pasien diyakini kasus 'super-spread' terjadi.

Pria Inggris ini menularkan virus corona Wuhan ke 11 orang. Termasuk di antaranya 5 orang yang dinyatakan positif di Prancis, 4 orang positif di Inggris, dan seorang positif di Spanyol.

Dikutip dari Livescience, pria tersebut kini tengah dirawat di London. Karena ada banyak kasus yang terhubung dengannya, pria ini diyakini sebagai 'super-spreader'.

Istilah 'super-spread' merujuk pada kasus penularan dari satu pasien indeks (yang pertama kali tertular) ke lebih dari 8 pasien secondary. Pada epidemi SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), satu pasien super-spreader bisa menulari lebih dari 50 pasien lain.

Kasus 'super-spread' juga terjadi pada wabah MERS (Middle East Respiratory Syndrome) di Korea Selatan pada 2015. Temuan tersebut mendekatkan tingkat kegawatan MERS dengan SARS, yang menular lewat udara atau airborne.

"Pada kasus indeks terjadi kasus super spread, lalu kasus secondary di Samsung Medical Center juga menjadi super spread karena menularkan ke lebih dari 8 pasien berikutnya," kata Prof Sun Han Kim, pakar infeksi dari Asan Medical Center Korea Selatan, saat itu.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)