Selasa, 11 Feb 2020 12:54 WIB

Donald Trump Sebut Cuaca Hangat Bisa Melemahkan Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WASHINGTON, DC JANUARY 9: U.S. President Donald Trump speaks during an event to unveil significant changes to the National Environmental Policy Act, in the Roosevelt Room of the White House on January 9, 2020 in Washington, DC. The changes to the nations landmark environmental law would make it easier for federal agencies to approve infrastructure projects without considering climate change. President Trump also took several questions from reporters, including questions of Iran and impeachment.   Drew Angerer/Getty Images/AFP Donald Trump sebut cuaca panas bisa lemahkan coronavirus. Foto: Presiden AS Donald Trump (AFP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berkomentar terkait penyebaran virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, China. Ia memprediksi virus yang mulai muncul pada akhir Desember 2019 lalu akan melemah saat cuaca hangat.

"Panasnya (cuaca) biasanya (bisa) membunuh virus semacam ini," ungkapnya yang dikutip dari CNN.

Sebelumnya, Trump juga pernah memperkirakan kalau virus ini akan hilang pada musim panas di bulan April.

Mendengar hal ini, para ahli penyakit menular yang sedang berjuang melawan virus corona menganggap pendapat Trump masih terlalu dini dan tidak bisa dibuktikan secara pasti.


"Masih terlalu dini untuk menganggap segala sesuatu (virus corona) akan tenang di musim panas. Bahkan kami sebagai dokter masih belum tahu secara jelas apa itu benar atau tidak," jelas Dr Peter Hotez, ahli penyakit menular sekaligus dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College of Medicine di Texas.

Dokter spesialis penyakit menular lainnya, Dr William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center juga ikut menanggapi pendapat Trump. Ia mengatakan, jika benar cuaca panas bisa melemahkan virus corona, itu bisa menjadi harapan yang besar. Sayangnya, itu belum terbukti.

Sementara itu, menurut data pada Senin lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan ada 398 orang suspek virus corona di 37 negara bagian. 12 orang dinyatakan positif, 318 negatif, dan 68 masih menunggu hasil uji lab.

"Meskipun begitu, banyak dari mereka dalam kondisi yang baik sekarang," tukas Trump.



Simak Video "Dugaan Lain Munculnya Virus Corona, Kebocoran Laboratorium Wuhan?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)