Selasa, 11 Feb 2020 17:32 WIB

Mengenal Tes Swab, Salah Satu Metode Deteksi Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
corona Uji swab dilakukan untuk deteksi virus corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Untuk pengujian dan diagnostik awal virus corona jenis baru 2019-nCoV, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau CDC merekomendasikan pengumpulan dan pengujian pernapasan bagian atas atau uji dahak dan nasofaring pasien dengan batuk parah.

Tes swab yang umum dilakukan adalah uji usap nasofaring dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan atau dahak untuk diperiksa kumannya di laboratorium. Tak hanya untuk virus corona, uji swab juga biasa digukanan untuk diagnosis infeksi virus lainnya.

Sebelumnya, semua spesimen dikirimkan ke laboratorium luar negeri untuk mengetahui hasil uji sampel tersebut. Namun saat ini Indonesia sudah memiliki reagen dan PCR sehingga pengujian bisa dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI.

"Cukup diperiksa di Lab Balitbangkes. Alat Real Time PCR ada, reagent kit ada, SDM ahli biomolekuler ada," kata Kepala Balitbangkes, Siswanto, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/2/2020).

Selain itu banyak yang mempertanyakan alasan tidak dilakukan tes swab pada WNI dari Wuhan yang saat ini berada di Natuna. Menanggapi, para ahli menyebut tes swab hanya dilakukan pada mereka yang sakit dan menunjukkan gejala.

"Kalau sehat memang tidak di swab. Kalau sehat, gimana mau diambil dahak di tenggorokannya kan nggak sakit," terang Ahli Penyakit Tropis dan Infeksi dari RSCM, dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI.

Saat ini Kementerian Kesehatan RI menyebut kondisi WNI yang sedang menjalani karantina kesehatan di Natuna dalam keadaan baik. Selama menjalani pemeriksaan kesehatan dua kali sehari, belum ada yang menunjukkan gejala terjangkit virus corona.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)