Rabu, 12 Feb 2020 13:05 WIB

Lucinta Luna Ditangkap, Ini 5 'Narkoba' yang Aslinya Butuh Resep Dokter

Firdaus Anwar - detikHealth
Usai diperiksa, siang ini polisi akan melakukan pengecekan terhadap darah dan rambut Lucinta Luna ke Laboratorium Forensik (Labfor). Lucinta Luna ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Lucinta Luna ditangkap karena kasus narkoba. Polisi menyebut hasil tes urine Lucinta Luna positif mengandung psikotropika.

Di tempat kejadian perkara, polisi juga menemukan riklona, tramadol dan ekstasi di apartemen tersebut. Namun hanya riklona dan tramadol yang diakui kepemilikannya oleh Lucinta Luna.

Terkait hal tersebut ada beberapa obat yang dimiliki Lucinta Luna memang sebetulnya legal, namun sering disalahgunakan untuk mabuk. Obat-obatan jenis ini harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas karena efek samping berbahaya.

Berikut contohnya:

1. Tramadol

Tramadol merupakan obat psikotropika yang digunakan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat pada orang dewasa. Tramadol ini ditujukan untuk pengobatan rasa nyeri yang berkepanjangan.

Penyalahgunaan tramadol bisa meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin di otak. Efeknya adalah rileks dan gembira, dan pada takaran tertentu bisa memicu kejang serta depresi pernapasan.

Obat ini juga bekerja di susunan saraf pusat sehingga berisiko mengganggu fungsi jantung dan pernapasan. Overdosis fatal bisa berakibat pada kematian.

2. Dumolid

Pakar kesehatan tidur dari RS Medistra Jakarta, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, menjelaskan bahwa dumolid atau nitrazepam adalah sejenis obat untuk orang dengan insomnia sementara. Artinya, insomnia yang dialami masih kurang dari waktu satu bulan.

Cara kerja obat ini sendiri akan membuat orang merasa mengantuk dan baru akan merasakan efeknya setelah terbangun dari tidur.

Namun, bahayanya, efek samping dari penggunaan obat ini biasanya mengakibatkan kecanduan dan ketergantung pada obat. Orang yang sudah terbiasa menggunakan obat ini akan menjadi sulit untuk tidur jika tidak mengonsumsinya terlebih dahulu.

3. Riklona

Riklona, merupakan merek dagang untuk obat clonazepam yang termasuk obat penenang golongan benzodiazepine.

Penyalahgunaan benzodiazepine secara umum memicu euforia sekaligus hilangnya perasaan cemas dan gelisah. Meski tidak ditujukan untuk insomnia, obat ini kerap disalahgunakan untuk mengatasi gangguan tidur.

Beberapa pemakai benzodiazepine juga mengalami halusinasi. Karena bekerja menekan sistem saraf pusat, efek samping pada fungsi jantung dan pernapasan juga bisa memicu koma atau bahkan kematian.

4. Xanax

Xanax jadi salah satu obat penenang dari golongan alprazolam yang kerap disalahgunakan. dr Andri SpKJ, FAPM, psikiater dari RS Omni Alam Sutera pernah menjelaskan bahwa xanax mudah menyebabkan ketergantung apalagi bagi mereka yang sering mengonsumsi alkohol dan narkoba.

"Hati-hati pakai obat Xanax ini. Pada orang yang minum alkohol atau pengguna narkoba, mereka akan lebih mudah ketergantungan dan dependant terhadap pemakaian obat," kata dr Andri beberapa waktu lalu.

5. Hexymer

Hexymer merupakan obat Parkinson yang mengandung Trihexyphenidyl HCl dan tergolong sebagai obat keras. Dokter biasanya meresepkan obat ini untuk mengurangi efek tremor yang biasa dialami pasien Parkinson.

dr Andri mengatakan bila obat ini disalahgunakan maka efek jangka panjangnya dapat memengaruhi kemampuan berpikir seseorang.

"Efek jangka panjangnya itu, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terus menerus akan menurunkan fungsi kognitif otak. Akan ada penurunan daya pikir," ungkap dr Andri.



Simak Video "Dipakai Lucinta Luna, Bolehkah Tramadol dan Riklona Dikonsumsi?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)