Rabu, 12 Feb 2020 17:00 WIB

Ada Virus Corona, Kantor Pusat Bank DBS Singapura Evakuasi 300 Karyawan

Firdaus Anwar - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Virus corona membuat 300 karyawan di kantor pusat Bank DBS dievakuasi. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Bank terbesar Singapura, DBS, pada hari Rabu (12/2/2020) mengevakuasi sekitar 300 karyawan dari kantor pusatnya sebagai langkah pencegahan. Hal ini didasari penemuan satu kasus virus corona (COVID-19) di lingkungan kantor.

"Dengan menyesal saya harus memberi tahu Anda bahwa ada satu kasus terkonfirmasi virus corona di DBS Asia Central lantai 43 hari ini," kata Kepala Bank DBS Singapura, Tse Koon Shee, dalam memo internal perusahaan.

"Sebagai langkah pencegahan, semua 300 karyawan di lantai 43 MBFC dievakuasi dan untuk sementara kerja dari rumah," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters.

Singapura sendiri hingga saat ini jadi salah satu negara di luar China dengan kasus virus corona tertinggi. Laporan pemerintah setempat mencatat sudah ada 47 kasus virus corona yang terkonfirmasi.

Beberapa hari yang lalu Singapura telah menaikkan status ancaman virus corona di wilayahnya menjadi oranye. Ini adalalah kedua kalinya Singapura mengaktifkan kode oranye setelah wabah flu babi (H5N1) di tahun 2009.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Singapura, kode ini merupakan bagian dari sistem bernama Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON). Sistem dibuat usai wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) pada tahun 2003 dan berfungsi untuk membantu langkah penanganan suatu penyakit sesuai dengan tingkat ancamannya.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)