Rabu, 12 Feb 2020 17:14 WIB

Cek Kadar Kolesterol di Usia 20-an Bisa Cegah Risiko Jantung

Angga Laraspati - detikHealth
Gara-gara kehilangan gen jutaan tahun lalu, manusia jadi satu-satunya spesies yang rentan penyakit jantung Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit mematikan yang bisa saja menyerang seseorang secara mendadak. Salah satu cara untuk mencegah penyakit mematikan tersebut adalah dengan memeriksa kadar kolesterol secara rutin.

Dilansir dari medicalnewstoday, sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara kadar kolesterol ketika seseorang memasuki masa dewasa muda atau jenjang umur 20 hingga 35 dengan risiko kardiovaskular di kemudian hari. Hasilnya pun cukup mengejutkan, lebih dari 12% orang dewasa di AS yang berusia 20 tahun ke atas memiliki kadar kolesterol total di atas 240 miligram per desiliter (mg/dl).

Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur mengatakan kolesterol memang masih dibutuhkan terutama pada saat anak. Hal ini diperlukan untuk pembentukan vitamin D, tulang, otak dan pembentukan hormon. Namun, pada saat dewasa apabila diberikan dengan berlebihan akan sangat berbahaya karena bisa tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah.

"Akibatnya, banyak bagian tubuh yang kekurangan pasokan darah sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke. Tentunya ini bukan kejadian sesaat setelah makan, kolesterol tinggi perlu proses ada yang terjadi lebih awal saat muda dan sering juga terjadi saat dewasa," ujar dr Muliaman baru-baru ini kepada pihak detikHealth.

Dirinya juga mengatakan bahwa tingkat kolesterol yang aman itu berada di tingkat 200 mg. Memeriksakan kadar kolesterol ada baiknya untuk dilakukan sedari muda untuk menghindari potensi penyakit jantung.

"Kita boleh saja mengecek kadar kolesterol saat muda terutama pada kondisi remaja yang obesitas dan pola makan yang tidak sehat, dengan rutin mengecek kadar kolesterol sedari muda tentu kita bisa cegah salah satu pencetus serangan jantung. Cek juga kadar kolesterol secara rutin kalau sudah di atas 40 tahun boleh 1-2 kali dalam setahun, kalau memang kolesterolnya di atas 200 mg," imbuh dr Muliaman.

Lebih lanjut, dr Muliaman memberikan tips untuk menurunkan kadar kolesterol, selain melakukan pemeriksaan secara rutin 1 sekali setahun atau 2 sampai 3 kali setahun bagi yang mempunyai riwayat kolesterol tinggi. Caranya dengan menjaga pola hidup sehat dan menghindari makan penyebab kolesterol.

"Apabila ditemukan kadar kolesterol yang tinggi segerakan untuk berkonsultasi dengan dokter atau memulai pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, mulai melakukan diet makanan yang rendah lemak dan rajin berolahraga," jelas dr Muliaman.

Adapun cara lainnya adalah dengan mengonsumsi nutrisi yang bisa mencegah dan mengontrol kolesterol. Salah satu nutrisi yang tepat adalah Nutrive Benecol. Nutrive Benecol mengandung zat active PSE plant stanol ester yang sudah teruji secara klinis.

Nutrive Benecol bisa dikonsumsi 2 kali dalam sehari setelah makan terutama kalau mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Mengonsumsi Nutrive Benecol selama 2-3 minggu terbukti menurunkan 7-10% risiko kolesterol dan menjaga kadar kolesterol.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)