Rabu, 12 Feb 2020 20:00 WIB

KPAI Tuding Vape Bikin Jumlah Perokok Usia Anak Meningkat

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
sigaretta elettronica Vape buat perokok anak meningkat. Foto ilustrasi: Getty Images
Jakarta -

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 7,8 juta anak Indonesia, dari usia 10-18 tahun merupakan perokok aktif.

Tentu hal tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih saat ini rokok elektrik atau kerap disebut vape sudah mulai digandrungi oleh anak-anak. Lantas apakah jumlah perokok anak di Indonesia akan terus meningkat?

"Bukan bisa lagi, tapi sangat bisa apalagi dengan kampanye bahwa vape itu lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional, itu betul-betul penyesatan dan pembodohan yang harus kita hilangkan," kata Dr Sitti Hikmawatty, dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada Rabu (12/2/2020).


Sitti pun dengan tegas mengatakan bahwa apa pun yang mengandung zat adiktif sebaiknya dihindari.

"Apa pun itu yang zat adiktif ya tinggalin, itu kan zat adiktif. Makanya kami tidak bisa memahami, kenapa zat racun kok diiklankan?," tegas Sitti.

Di kesempatan yang sama, Lisda Sundari, ketua Yayasan Lentera Anak, juga mengatakan bahwa anggapan vape lebih baik daripada rokok konvensional lah yang membuat anak-anak penasaran untuk mencoba produk tersebut.

"Sehingga anak-anak merasa lebih aman saja melakukannya, padahal tidak," ucap Lisda.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)