Kamis, 13 Feb 2020 05:37 WIB

Pelajar Bawa Vape Ngakunya Powerbank, Guru Tak Boleh Gaptek

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Rokok elektronik menggunakan baterai bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung atau vaping. Bentuk vape atau rokok elektrik cukup beragam, ada yang mirip powerbank (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Vape atau rokok elektrik memang mempunyai bentuk yang beraneka ragam, ada yang berbentuk seperti power bank, bahkan flash disc. Terkadang hal ini dimanfaatkan oleh beberapa siswa untuk mengelabuhi gurunya, agar tidak disita bila kedapatan membawa rokok elektrik.

Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Drs Hendra Jamal's, MSi, mengatakan bahwa guru juga perlu mengikuti perkembangan teknologi, agar tidak mudah tertipu oleh murid.

"Gurunya jangan gaptek (gagap teknologi). Harus tahu kalau dia pengen anak-anaknya tidak merokok, maka dia harus tahu apa itu yang rokoknya kretek, rokoknya filter, atau bahkan vape yang bentuknya kaya flash disc itu harus tahu. Dia harus tahu kan bisa lihat di Google," kata Hendra kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).

Hendra pun menyarankan pihak sekolah untuk membuat kebijakan bersama organisasi siswa intra sekolah (OSIS), terkait sanksi kepada siswa yang membawa rokok atau vape ke sekolah.

"Sekolah bikin kebijakan kan ada OSIS. Jadi OSIS dan komite buat kesepakatan bagaimana kalau ada yang melanggar nanti dikasih hukuman sanksi. Tetapi jangan yang kekerasan. Sanksinya apa? Sanksinya yang mendidik, misalnya dia sukanya nyanyi nanti hukumannya tolong ciptain lagu. Jadi harus ada sanksinya," ucap Hendra.

Namun, menurutnya kebijakan sanksi ini akan menjadi percuma bila ada kedapatan dari pihak sekolah yang ternyata juga melakukan hal serupa.

"Karena anak itu peniru ulung. Jadi dia melihat contoh orang yang diteladani, nanti siswanya malah bilang 'gurunya aja begitu'," tuturnya.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)