Jumat, 14 Feb 2020 11:40 WIB

Hasil Tes Negatif Virus Corona COVID-19 Bisa Berubah Positif, Ini Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Penyebab hasil tes COVID-19 negatif berubah menjadi positif. Foto ilustrasi: AP Photo
Jakarta -

Sebelum dipastikan menjadi pasien positif COVID-19, para suspek yang menunjukkan berbagai gejala diisolasi dan menjalani tes atau uji lab. Hal ini untuk memastikan ada atau tidaknya virus corona di dalam tubuh.

Dikutip dari BBC, ada beberapa negara yang pasiennya sudah menjalani tes sebanyak 6 kali dan dinyatakan positif. Tapi, setelahnya malah didiagnosa mengidap COVID-19.

Dalam menguji sampel dari suspek, pihak pusat endemi di Provinsi Hubei, China, menggunakan tes Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Ini adalah tes standar yang digunakan untuk mendeteksi penyakit akibat virus, seperti HIV dan influenza.


"Mereka (suspek) dites akurat secara umum dengan RT-PCR, yang tingkat false-positive rendah dan false-negative rendah," kata dr Nathalie MacDermott dari King's College London.

Namun, sebuah studi dalam jurnal Radiology menunjukkan 5 dari 167 pasien yang negatif dengan kondisi paru-paru yang sakit, malah dinyatakan positif saat dites kembali. Bahkan dengan adanya penemuan ini, dr Nancy Messonnier dari Centers for Disease and Prevention mengatakan hasil tes uji tersebut tidak meyakinkan.

"Gejala COVID-19 ini mirip dengan penyakit pernapasan lainnya. Mungkin saat pertama diuji, mereka tidak terinfeksi, tapi seiring berjalan waktu mungkin mereka terinfeksi, dites kemudian positif. Itu kemungkinan," kata dr MacDermott.


"Pada kasus Ebola, kami selalu menunggu sampai 72 jam setelah hasil negatif keluar. Ini untuk memastikan virus tersebut benar-benar tidak ada di dalam tubuh manusia," imbuhnya.

dr MacDermott juga memperkirakan bisa saja dokter yang mengujinya mengambil sampel yang salah dan hasilnya negatif. Agar lebih akurat, ia menyarankan untuk mendapatkan kode genetik virus yang tepat dulu sebelum menjalani tes.

"Selain itu, para petugas medis juga harus terus menguji atau tes lagi para pasien, selama mereka masih memiliki gejala untuk memastikan secara akurat," harapnya.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)