Jumat, 14 Feb 2020 12:45 WIB

AS Ungkap Beberapa Alat Uji Virus Corona Tidak Berfungsi dengan Baik

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. AS melaporkan beberapa alat uji virus corona tidak berfungsi dengan baik. Foto ilustrasi: AP Photo
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengatakan ada beberapa alat uji virus corona yang telah dikirim ke negara bagian, tidak berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan adanya komponen yang rusak atau tidak berfungsi.

"Setelah alat uji diberikan, ternyata itu tidak berfungsi seperti yang diharapkan, khususnya yang berada di laboratorium kesehatan masyarakat di beberapa negara bagian. Sehingga hasil yang didapat tidak akurat," kata perwakilan CDC, Nancy Messonnier yang dikutip dari CNN.

Keadaan ini membuat beberapa negara bagian tidak bisa memvalidasi tes dengan baik. Beberapa negara itu melaporkannya ke CDC dan meminta untuk segera dikirimkan komponen penggantinya. CDC juga tidak mengkonfirmasi berapa jumlah negara bagian yang mengalami hal tersebut.


Pihak CDC akhirnya membuat komponen baru dan dikirimkan kembali ke negara bagian yang memiliki masalah dengan mesin pengujinya.

"Kami memiliki beberapa level kontrol kualitas untuk mendeteksi masalah seperti ini. Kami juga sedang mencari sumber masalah ini untuk memahami apa yang salah, dan untuk mencegah hal-hal yang sama ini terjadi di masa depan," kata Messonnier.

Tapi tidak semua negara bagian mengalami hal yang sama. Menurut Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois, mereka perangkat mereka bekerja dengan baik dan bisa terus melanjutkan pengujian untuk virus corona.



Simak Video "Dugaan Lain Munculnya Virus Corona, Kebocoran Laboratorium Wuhan?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)