Jumat, 14 Feb 2020 14:49 WIB

Selebgram Revita Ungkap Psikolog 'Abal-abal', Bagaimana Mengenalinya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi konseling Selebgram Revita VT membagikan kisah tentang psikolog 'abal-abal' (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai membuka diri mengenai kesehatan mental yang diidapnya. Telah banyak juga yang mengunjungi layanan kesehatan seperti psikolog untuk konseling.

Sayangnya sekarang juga mulai muncul mereka yang mengaku-aku psikolog dengan modal sertifikasi seperti yang sedang viral di media sosial. Beberapa bahkan mencari keuntungan dari hal tersebut.

Seperti yang baru-baru ini diungkap oleh selebgram Revina VT. Di media sosial, ia membeberkan sisi gelap seorang pria yang mengaku 'doktor psikologi'. Pria tersebut mengaku bisa menyembuhkan bipolar dan bahkan menyembuhkan 'LGBT'.

"Memang saat ini sedang banyak kasus malpraktik yang dilakukan oknum mengaku psikolog," sebut psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate kepada detikcom, Jumat (14/2/2020).

Tentu hal semacam ini akan menimbulkan kekhawatiran yang cukup besar. Terlebih Kasandra mengatakan banyak tokoh yang menyatakan memiliki kompetensi untuk melakukan asesmen dan intervensi terapi psikologis.

"Masyarakat harus lebih cerdas untuk memastikan bahwa ahli yang di tunjuk memiliki kompetensi yang dimaksud dibuktikan dengan sertifikasi yang tepat," tambahnya.

Untuk mengetahuinya, misalnya dalam menangani kasus bipolar, tentu psikolog klinis harus memiliki surat tanda registrasi dan surat ijin praktek psikolog klinis yang dikeluarkan oleh negara.

"Apabila ada kasus forensik atau yang terkait dengan masalah hukum tentu juga harus dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi psikolog forensik yang ada lambang garuda," pungkasnya.



Simak Video "Konten Kontroversial Makin Menjamur, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)