Jumat, 14 Feb 2020 16:46 WIB

Dedy Susanto Bukan Psikolog Meski Gelarnya 'Doktor Psikologi', Ini Bedanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
dedy susanto 'Doktor Psiokologi' Dedy Susanto yang mengaku bukan psikolog (Foto: Instagram)
Jakarta -

Selebgram Revina VT mengungkap sisi gelap 'doktor psikologi' Dedy Susanto. Dalam klarifikasinya, Dedy menjelaskan dirinya memang bukan psikolog meski memiliki gelar S1 dan S3 di bidang psikologi.

"Saya memang bergelar S1 dan S3 psikologi. Di bio saya cantumkan gelar S3 psikologi saya dengan 'Doktor Psikolgi'. Apakah salah saya mencantumkan Doktor Psikologi? Saya baru salah kalau saya cantumkan Dedy Susanto, S.Psi, M.Psi (psikologi)," tulis Dedy di Instagramnya.

Kepada detikcom, Dr Nilam Widyarini, dari Universitas Gunadharma menjelaskan bahwa memang ada syarat tertentu untuk bisa disebut psikolog. Jadi, lulusan psikologi tidak serta merta 'berhak' menyandang gelar psikolog.

"Psikolog klinis di Indonesia adalah lulusan pendidikan S2 profesi psikologi dengan kekhususan minat bidang klinis," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/2/2020).

Ia menjelaskan sebagian psikoterapi biasanya juga berprofesi sebagai psikolog klinis. Jika berprofesi sebagai psikoterapi, psikolog tersebut seharusnya sudah memegang sertifikat psikoterapi.

"Psikoterapis, adalah orang yang berprofesi menangani masalah-masalah (gangguan) psikologis menggunakan pendekatan terapi psikologi. Psikoterapis biasanya juga psikolog klinis, atau psikolog yang telah memegang sertifikat (brevet) psikoterapis. Psikoterapis mestinya bisa menangani bipolar," tambahnya.



Simak Video "Psikolog: 'Until Tomorrow' Bisa Jadi Hiburan di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)