Jumat, 14 Feb 2020 18:01 WIB

Hati-hati Pilih Praktik Psikoterapi, Ini Ciri-Ciri Psikolog Resmi yang Terpercaya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi konseling Hati-hati pilih tempat praktik psikoterapi. Ini ciri-ciri psikolog yang terpercaya. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Ramai jadi perbincangan selebgram Revina VT yang mengungkap sisi gelap seseorang yang selama ini dikenal sebagai pakar psikolog. Menurutnya, orang tersebut tidak memiliki lisensi praktik sebagai psikolog. Bagaimana sih sebenarnya ketentuan psikoterapi yang legal? Apakah seseorang bisa menjadi psikoterapi dengan mengikuti pelatihan yang bersertifikat?

Veronica Adesla, psikolog klinis dari Personal Growth, menjelaskan pelatihan psikoterapi bersertifikat memang ada, namun perlu diperhatikan beberapa hal.

"Ada, tapi banyak juga yang kemudian seakan-akan misalnya pernah belajar ada nih yg bilang pernah belajar, sudah gitu merasa dengan pernah belajar, saya boleh mengajarkan pada yang lain dan mempost sertifikasi. Sertifikasi itu kemudian dinyatakan sertifikat itu sudah bisa disebut psikoterapis, padahal tidak begitu, salah," katanya saat dihubungi detikcom Kamis (14/2/2020).

Menurutnya, sertifikasi tersebut tidak legal. Sertifikasi yang legal harusnya terdaftar di pemerintahan maupun asosiasi psikologi.

"Untuk membuat suatu sertifikasi itu harus terdaftar lembaganya itu harus terdaftar baik itu di pemerintahan, atau baik itu di asosiasi psikologi sendiri," tegasnya.

Ia menjelaskan setiap negara memiliki asosiasi psikologi, dan ada prosedur khusus untuk mendaftarkan organisasi atau lembaga sebagai pihak yang secara legal boleh memberikan sertifikasi pelatihan tertentu.

Lalu apakah lulusan SMA bisa jadi psikoterapi dengan hanya mengikuti pelatihan yang bersertifikat saja?

"Saya rasa kalau psikoterapi enggak ya, minimal S1," pungkasnya.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)