Selasa, 18 Feb 2020 12:36 WIB

Ada Obat Apotek di Pabrik Sabu, BPOM Curigai Pelabuhan Tikus

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi obat Obat-obat apotek juga ditemukan di sebuah pabrik sabu (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebuah pabrik sabu yang terletak di Desa Ketan Ireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan berhasil dibongkar. Polisi menyita barang bukti bahan-bahan pembuat sabu yang didominasi obat sediaan farmasi.

"Ada indikasi apotek yang sekarang masih kita dalami. Apakah keterlibatan mereka itu aktif atau pasif," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Rifto Himawan, Senin lalu.

"Sebenarnya barang-barang ini masuk kategori daftar G sehingga proses peredarannya tidak boleh sembarangan ini harus dengan resep dokter. Bagaimana mungkin barang yang harus dengan resep dokter mereka bisa dapatkan tanpa memiliki legalitas kefarmasian kemudian mereka menampung dalam jumlah besar," terang Rofiq.

Terkait hal ini, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Rita Endang ikut menanggapi. Ia mengatakan, pembelian obat-obat golongan keras yang tidak bisa dibeli sembarangan harus menggunakan resep dokter.

"Memang pembelian obat-obat seperti itu harus menggunakan resep dokter. Tapi, itu dalam kontrol dinas kesehatan, bukan di bawah kuasa BPOM," katanya saat ditemui di Gedung BPOM, Selasa (18/2).

"Kami hanya mengatur dan mengawasi peredaran produknya. Walaupun itu pasti muncul lagi, memang tidak mudah dan sedang tetap diawasi," lanjutnya.

Rita mengatakan, mungkin obat-obat tersebut didapatkan bukan hanya dari apotek. Menurutnya , bisa jadi diselundupkan dari pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Indonesia.



Simak Video "Soal Produk Eucalyptus, Kementan: Tak Ada Klaim Antivirus"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)