Selasa, 18 Feb 2020 13:25 WIB

Alami Krisis Masker, China Bangun Pabrik Dalam Waktu 6 Hari

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China mengantre untuk melakukan boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai tanggal 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww. Ilustrasi kelangkaan masker di China. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Alami krisis masker di tengah wabah virus corona (COVID-19), China bangun pabrik masker di Beijing. Rencananya pabrik ini akan di bangun dalam 6 hari dan diharapkan bisa memproduksi 250.000 masker per hari.

Dikutip dari Mothership, proses pembangunan yang telah dilakukan sejak hari Senin (17/2/2020) itu ditargetkan akan selesai pada Sabtu (22/2/2020). Para pekerja pun diberlakukan sistem shift agar proyek bisa rampung tepat waktu.

Berbagai macam fasilitas diberikan oleh perusahaan konstruksi untuk melindungi para pekerja dari kemungkinan infeksi COVID-19. Misalnya setiap hari para pekerja akan dicek suhu tubuh, kesehatan, dan juga sudah disediakan kamar khusus untuk pekerja yang mengalami gejala-gejala penyakit ini.

Ketika wabah COVID-19 mulai menyebar di China, masker menjadi barang primer yang sangat dibutuhkan oleh pekerja medis, petugas pengendalian penyakit, dan juga masyarakat umum.

Meski pabrik ini diharapkan nantinya bisa memproduksi 250.000 masker per hari, China tetap membutuhkan sekitar beberapa juta masker per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)