Selasa, 18 Feb 2020 13:53 WIB

Perlu Sedia Obat 'Darurat' untuk Serangan Jantung, Benar Nggak Sih?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
ilustrasi minum obat Serangan jantung bisa menyerang siapa saja, perlukah membekali diri dengan obat darurat? (Foto: iStock)
Jakarta -

Seseorang yang punya risiko serangan jantung biasanya dibekali obat oleh dokter. Cara pakainya diletakkan di bawah lidah saat terjadi serangan jantung. Perlukah semua orang membekali diri?

Sebuah broadcast di layanan pesan singkat memang menganjurkan untuk sedia 2 tablet isosorbide dinitrate 5 mg di dompet. Selain untuk diri sendiri, disebutkan obat ini bisa diberikan sebagai pertolongan darurat ketika ada orang lain yang membutuhkan.

Dalam sebuah wawancara dengan detikHealth, dokter jantung dari RS Mayapada, dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA menyebut obat ini bisa diberikan sebagai pertolongan darurat pada serangan jantung. Tentunya sambil tetap mengupayakan pertolongan medis sesegera mungkin.

"Sementara, tenangkan pasien. Dan berikan obat di bawah lidah (isosorbid dinitrat) jika tersedia," saran dr Ayu.

Pertolongan darurat ini lebih dianjurkan dibanding tepuk-tepuk lengan yang juga banyak beredar melalui broadcast. Sejauh ini, tidak ada literatur ilmiah yang mendukung tepuk-tepuk lengan sebagai pertolongan pertama untuk serangan jantung.

Namun perlu diingat, isosorbide dinitrate 5 mg hanya diberikan bai pasien yang mengalami keluhan nyeri dada atau angina pectoris akibat penyakit jantung koronet. Karenanya, tetap harus menggunakan resep dokter.

"Pasien-pasien atau individu yang dicurigai mempunyai ancaman atau faktor risiko terjadinya serangan jantung dianjurkan membawa obat ini kemana pun berada untuk digunakan sewaktu-waktu jika dicurigai terdapat keluhan serangan jantung," kata dr Isman Firdaus, SpJP, MD dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

Apa akibatnya bila dipakai sembarangan? Menurut dr Isman, isosorbide dinitrate punya efek samping memicu hipotensi atau tekanan darah rendah. Karenanya, tidak direkomendasikan bagi pemilik tekanan darah sistolik di bawah 80 mmHg.

"Efek samping lainnya adalah terjadi sakit kepala atau pusing akibat turut melebarnya pembuluh darah di kepala. Pemberian obat ini juga tidak direkomendasikan pada pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan disfungsi ereksi golongan sildenafil dan dengan tekanan darah rendah," imbuh dr Isman.



Simak Video " Aktif Olahraga, Ashraf Sinclair Kantongi Sertifikat Pelatih Crossfit"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)