Selasa, 18 Feb 2020 20:12 WIB

Mitos-Fakta BDSM, Fantasi Seks yang Diatur RUU Ketahanan Keluarga

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Girl in bdsm with handcuffs and whip, free space for your text. Role-playing games. Sejauh apa kamu tahu tentang BDSM? (Foto: mihakonceptcorn)
Jakarta -

Ramai diperbincangkan soal draf RUU Ketahanan Keluarga yang mengatur pelaku seks bondage, dominance, sadism, dan masochism (BDSM). Dalam RUU tersebut, dijelaskan bahwa pelaku BDSM wajib direhabilitasi.

Dalam draf RUU Ketahanan Keluarga yang dikutip detikcom pada Selasa (18/2/2020), Pasal 74, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib melaksanakan penanganan kerentanan keluarga. Penanganan yang dimaksud ialah upaya membantu dan mendukung keluarga agar memiliki kepentingan keluarga dalam menghadapi krisis keluarga.

Jika kamu belum begitu mengetahui apa itu BDSM, berikut fakta dan mitos terkait BDSM dikutip dari SELF:

1. Mitos: Pelaku seks BDSM mudah dikenali

Beberapa orang menyebut mengenali pelaku BDSM sangat mudah. Misalnya orang yang nampaknya begitu kaku dan sulit bergaul bisa dikategorikan pelaku seks BDSM. Namun faktanya, menurut pelatih seks, Stephanie Hunter Jones, PhD, tidak seperti itu.

2. Mitos: Orang dengan BDSM sulit mengontrol emosi

Tertulis dalam Journal Sex of Medicine, BDSM sebenarnya tidak berpengaruh pada kesehatan mental, baik dalam kesulitan mengontrol emosi. Menurut Jones, BDSM ini tidak lebih dari suatu ekspresi 'kekuasaan' yang ingin disampaikan melalui cara tersebut.

3. Fakta: Pelaku seks BDSM umumnya haus akan kekuasaan

Jones menjelaskan, pelaku seks BDSM umumnya haus akan kekuasaan. Namun menurut Jones, sikapnya ini justru akan terbantu dengan melakukan seks kasar tersebut. Hal ini terjadi karena mereka seolah memiliki 'media' yang bisa membantu mengontrol sikapnya.

4: Fakta: Tidak selamanya pasangan ingin melakukan seks kasar BDSM

Meskipun pasangan menyukai BDSM, namun faktanya tidak selamanya pelaku seks BDSM ingin melakukan hal itu secara terus menerus. Jones meyakini ada masa dimana orang tersebut merasa 'bosan' dan ingin kembali melakukan variasi seks lain.

5. Fakta: BDSM tidak selalu tentang seks

Beberapa orang mengaitkan BDSM dengan hubungan seksual. Namun faktanya Jones mengungkap hal ini kadang tidak ada kaitannya dengan berhubungan seks. Menurutnya, bagi sebagian orang yang senang dengan BDSM, mereka hanya ingin melampiaskan rasa 'kekuasaan' yang dimiliki selama ini, dan hal itu mungkin terjadi tanpa harus melakukan hubungan seks.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)