Rabu, 19 Feb 2020 13:47 WIB

Jumlah Kasus Infeksi COVID-19 Menurun, Apakah Pertanda Baik?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Untuk pertama kalinya, jumlah kematian per hari akibat wabah virus corona di China menembus angka 100 orang. Sedikitnya 108 orang meninggal dalam 24 jam pada Senin (10/2). Jumlah kasus COVID-19 menurun, apa pertanda baik? Foto ilustrasi: Getty Images
Jakarta -

Harapan baru kembali muncul, otoritas kesehatan China laporkan jumlah kasus infeksi COVID-19 mengalami penurunan. Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China mengatakan penurunan ini terjadi sejak awal Februari.

Dikutip dari Sky News, penelitian ini menunjukkan lebih dari 80 persen 45.000 kasus yang telah terkonfirmasi COVID-19, hanya sekitar 14 persen yang memiliki gejala parah seperti pneumonia dan 5 persen lagi kritis.


Hasil laporan penelitian itu juga mengatakan bahwa kematian akibat COVID-19 lebih besar terjadi pada pria yaitu sekitar 2,8 persen, sedangkan wanita hanya sekitar 1,7 persen. Orang berdaya tahan tubuh lemah, lansia, dan petugas kesehatan menjadi yang paling berisiko terinfeksi virus ini.

Hubei melaporkan 1.693 kasus baru COVID-19, pada hari Selasa (18/2/2020). Jumlah ini mengalami penurunan dari 1.807 kasus pada hari sebelumnya, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu sekitar 98 orang meninggal dunia akibat COVID-19, pada hari Selasa (18/2/2020), jumlah ini turun dari 105 orang yang meninggal pada hari sebelumnya. Sehingga total korban yang meninggal dunia di China, pada hari Selasa, menjadi 1.868 sejak pertama kali terdeteksi pada pertengahan Desember.

Meski fakta ini dapat meningkatkan rasa optimistis dalam melawan COVID-19, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah penurunan yang terjadi akan terus berlanjut.

"Setiap skenario masih ada di atas meja," Ucapnya tegas.

Diketahui saat ini, pada hari Rabu (19/2/2020), jumlah kasus infeksi COVID-19 sudah mencapai 75.197 orang dan 2.010 diantaranya meninggal dunia.



Simak Video "Mengenal Ad5-nCov, Vaksin Corona untuk Antibodi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)