Rabu, 19 Feb 2020 16:30 WIB

7 Fakta Isosorbide Dinitrate, Obat 'Darurat' Serangan Jantung

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hoax or not serangan jantung Isosorbide dinitrate termasuk kelompok obat keras (Foto: Tim Infografis Detikcom)
Jakarta -

Pasca meninggalnya aktor Ashraf Sinclair dengan dugaan serangan jantung, sebuah broadcast lama soal obat jantung kembali beredar. Di dalam pesan yang viral di media sosial itu menyarankan untuk sedia obat Isosorbide Dinitrate 5 mg sebagai pertolongan pertama.

"Saya saranin kalian orang beli, taruh di dompet 2 biji aja, selain proteksi buat kita kalau sewaktu-waktu ada apa-apa, mana tau ada orang di sekitar kita juga butuh," demikian tulis pesan tersebut.

Namun, anjuran tersebut menjadi perdebatan. Sesuai dengan keterangan yang ada di kemasannya, obat yang disingkat ISDN ini termasuk golongan obat keras. Tidak boleh dibeli sembarangan dan harus disertai resep dokter.

Dikutip dari Drug.com, berikut ini 7 fakta terkait ISND.

1. Nama generik

Selain dikenal dengan ISDN, Isosorbide Dinitrate ini juga memiliki beberapa nama merek. Isosorbide Dinitrate sendiri merupakan nama generiknya.

Produk-produk dengan kandungan obat ini termasuk kategori obat keras sehingga hanya bisa ditebus dengan resep dokter.

2. Obat apa itu?

Isosorbide Dinitrate adalah nitrat yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah. Membuat darah lebih mudah untuk mengalir ke jantung dan membantunya untuk memompa ke seluruh tubuh.

3. Fungsinya

Obat ini hanya bisa digunakan untuk mencegah terjadinya nyeri pada dada (angina), tapi tidak bisa mengobatinya.

4. Obat tidak dikunyah atau ditelan

Untuk menggunakan atau mengkonsumsinya disarankan dengan anjuran dan dosis dari dokter. Caranya mengkonsumsinya bukan ditelan atau dikunyah. Tapi, letakkan obat di bawah lidah dan biarkan larut dengan perlahan.

Lebih baik dikonsumsi jika gejala jantung seperti nyeri atau ada tekanan di dada, rasa sakit yang menyebar ke rahang dan bahu, serta berkeringat itu muncul.

5. Tidak boleh dikonsumsi dengan obat tertentu

Saat mengkonsumsinya, dianjurkan untuk tidak bersamaan dengan obat lain salah satunya untuk disfungsi ereksi. Contohnya antara lain Viagra, Sildenafil, Tadalafil, dan sebagainya.

Itu akan menyebabkan tekanan darah akan turun secara drastis dan tiba-tiba, yang efeknya bisa sangat serius.

6. Bisa overdosis

Jika mengkonsumsinya di luar pantauan dokter, bisa terjadi overdosis dan berakibat fatal. Saat itu terjadi, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Ada beberapa gejalanya seperti sakit kepala hebat, demam, kebingungan, jantung berdebar cepat, ada masalah penglihatan, mual, muntah, diare berdarah, sulit bernapas, berkeringat, kulit dingin dan lembab, pingsan, dan kejang-kejang.

7. Efek samping

Saat mengkonsumsi obat ini, akan terjadi efek samping seperti sakit kepala, nyeri di beberapa anggota tubuh, sesak napas, detak jantung semakin cepat, hingga pingsan.



Simak Video "Angka Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tinggi, WHO Beri Arahan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)