Rabu, 19 Feb 2020 18:03 WIB

6 Hal yang Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak

Firdaus Anwar - detikHealth
Sakit Jantung Serangan jantung mendadak dapat terjadi karena beberapa hal. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Ashraf Sinclair meninggal dunia karena serangan jantung di usia 40 tahun. Banyak orang terkejut karena suami dari Bunga Citra Lestari (BCL) ini dikenal sebagai sosok yang rajin berolahraga.

Serangan jantung sendiri adalah kondisi ketika terjadi gangguan aliran pembuluh darah ke jantung. Biasanya karena ada pembekuan darah yang menggumpal lalu menyumbat jantung. Ahli menyebut serangan jantung yang tak ditangani dengan baik dapat berujung henti jantung.

Seseorang akan lebih rentan mengalami serangan jantung bila memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes, obesitas, jarang berolahraga, hingga keturunan.

Penyebab serangan jantung mendadak

Sementara untuk hal yang bisa jadi pemicu serangan jantung mendadak, berikut beberapa contohnya seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Aktivitas fisik intens

Tim dari Harvard Medical School menyebut aktivitas fisik seperti mengangkat benda berat, olahraga intens, dan aktivitas fisik sejenisnya, dapat memicu serangan jantung mendadak bila seseorang sudah memiliki faktor risiko. Hanya saja yang perlu dicatat adalah bukan berarti mereka dengan kondisi jantung tidak boleh olahraga sama sekali.

2. Emosi

Emosi yang berlebihan mulai dari rasa gembira hingga marah diketahui bisa jadi pemicu serangan jantung mendadak. Dua studi besar menyebut luapan amarah dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak antara 9-14 kali lipat dalam periode waktu dua jam.

3. Polusi udara

Menghirup udara yang penuh partikel halus dari asap kendaraan, pabrik, atau generator dapat menjadi pemicu serangan jantung serta stroke.

4. Cuaca

Beberapa laporan menyebut cuaca ekstrem dapat berkontribusi terhadap kejadian serangan jantung mendadak. Studi yang dipublikasi dalam pertemuan ke-37 Heart Rhythm Society menyebut cuaca dingin lebih berisiko picu serangan jantung.

Peneliti belum bisa memastikan apa penyebabnya. Dugaan sementara kemungkinan bisa karena meningkatnya risiko infeksi akibat perubahan daya tahan tubuh, perbedaan keseimbangan cairan tubuh, dan perubahan pada faktor lingkungan polusi udara yang terjadi pada musim dingin.

5. Kebanyakan makan

Saat seseorang kebanyakan makan, apalagi makanannya penuh lemak dan karbohidrat, maka risiko serangan jantung mendadak dapat meningkat. Menurut Harvard Medical School penyebabnya karena darah jadi lebih mungkin untuk menggumpal dan detak jantung juga meningkat.

6. Kurang tidur

Dikutip dari WebMD, kurang tidur juga disebut-sebut bisa jadi pemicu serangan jantung mendadak. Satu studi menyebut mereka yang tidur kurang dari enam jam dua kali lebih berisiko mengalami serangan jantung mendadak dibandingkan yang tidur 6-8 jam.

Diduga ini karena kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah dan berujung pada peradangan yang tidak baik untuk jantung.



Simak Video " Aktif Olahraga, Ashraf Sinclair Kantongi Sertifikat Pelatih Crossfit"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)