Kamis, 20 Feb 2020 05:00 WIB

Obat Antivirus Pertama Disetujui untuk Perangi Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WUHAN, CHINA - JANUARY 31:  (CHINA OUT) A man wears a protective mask as he ride a bicycle across the Yangtze River Bridge on January 31, 2020 in Wuhan, China.  World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus said on January 30 that the novel coronavirus outbreak has become a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).  (Photo by Stringer/Getty Images) Ilmuwan berlomba-lomba menciptakan obat untuk virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Berbagai negara termasuk China sendiri tengah berlomba untuk menciptakan obat antivirus untuk mengatasi wabah penyakit akibat virus corona, yaitu COVID-19. Bahkan beberapa obat sudah digunakan untuk menyembuhkan para pasien, seperti obat flu hingga anti-HIV.

Pada Minggu (16/2) lalu, Pemerintah Taizhou di Provinsi Zhejiang, China mengumumkan favilavir atau fapilavir sebagai antivirus untuk virus corona. Favilavir menjadi obat COVID-19 pertama yang telah disetujui karena menunjukkan kemanjuran dalam mengobati penyakit tersebut.

Dikutip dari AsiaOne, obat antivirus ini juga telah disetujui untuk dipasarkan oleh National Medical Products Administration. Obat ini dikembangkan perusahaan farmasi Zhejiang Hisun dan diharapkan bisa bantu mencegah dan mengobati pandemi ini.

Favilavir ini termasuk salah satu dari tiga obat yang telah menunjukkan kemanjuran yang signifikan dalam mengobati virus corona saat uji klinis. Hal ini dinyatakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi setempat pada Sabtu lalu.

Antivirus ini sudah mulai diproduksi sejak hari Minggu lalu dan akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk para pasien COVID-19.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)