Kamis, 20 Feb 2020 13:42 WIB

Viral Atasi Serangan Jantung dengan Batuk Keras, Dipastikan Hoax!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Hoax angin duduk Hoax yang beredar menyebut batuk keras bisa mengatasi serangan jantung.
Jakarta -

Serangan jantung merupakan penyakit berbahaya karena mereka yang mengalami bisa meninggal mendadak. Hal tersebut juga diduga menjadi penyebab mendiang Ashraf Sinclair tutup usia.

Belakangan, muncul banyak pesan berantai yang berisi spekulasi penyebab kematian Ashraf. Di dalam pesan tersebut pun ada beberapa tips yang dibagikan mengenai pertolongan saat mengalami serangan jantung.

"Bgmn pertolongan ketika SERANGAN JANTUNG Namun sebenarnya Anda bs menolong diri sendiri dgn cara Berbatuk secara berulang2 dengan semangat/kencang. Tarik nafas yg dalam setiap kali sblm batuk. The cough must be deep and prolonged spt mau membuang slim/dahak," tulis pesan tersebut.

Diterangkan bahwa menarik napas panjang dan dalam akan mampu menarik oksigen ke paru-paru. Sementara batuk keras mampu menekan jantung yang membuat darah tetap tersirkulasi. Spesialis jantung dr Ayuthia Putri Sedyawa, SpJP menegaskan cara tersebut tidak tepat.

"Batuk dengan keras bukan penanganan serangan jantung. Hoax itu. Penanganannya segera ke UGD," katanya kepada detikcom melalui pesan singkat, Kamis (20/2/2020).

Waktu sangat penting dalam penanganan serangan jantung. Memperlambatnya dengan berbatuk keras atau menepuk-nepuk lengan seperti info viral beberapa waktu lalu akan memperparah kondisi korban.

"Jika memang memiliki riwayat penyempitan pembuluh koroner, berikan obat di bawah lidah. Biasanya sudah dibekali oleh dokter jantungnya," tutup dr Ayu.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)