Kamis, 20 Feb 2020 17:09 WIB

Bisa Bikin Meninggal Mendadak, Angina Harus Ditangani Segera

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
man with both hands on breast because of hard breathing and angina pectoris on grey background Nyeri di dada jadi tanda khas serangan jantung. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Angina merupakan salah satu gejala dari penyakit serangan jantung. Tanda-tandanya seperti mual, nyeri dan sesak di dada, hingga berkeringat dingin. Angina oleh awam sering dimaknai sebagai angin duduk, meskipun dalam dunia medis sebetulnya tidak ada yang namanya angin duduk.

Apa angina bisa menyebabkan kematian mendadak?

"Bisa. Ini bisa menyebabkan gangguan fatal pada irama jantung. Jika tidak segera diatasi, bisa menyebabkan kematian mendadak," jelas dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP (K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita pada detikcom, Kamis (20/2).

"Tapi, kalau seperti ini biasanya ada keluhan atau gejala dulu lho. Nggak tiba-tiba hilang (meninggal) gitu," imbuhnya.

dr Ario mengatakan angina harus segera diberikan pertolongan, karena gejala atau tandanya sangat mengganggu. Pertolongannya juga harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya, mulai dari ringan hingga berat dan harus diberikan di bawah kurun waktu satu jam.

"Kalau sudah ada tanda-tandanya, kalau ada bisa diberikan pertolongan seperti oksigen atau berbaring tenang. Ini bertujuan agar nyeri atau sesak hilang perlahan dan tidak banyak otot tubuh yang rusak," katanya.

Jika angina masih di tingkat ringan, biasanya rasa sesak akan muncul berulang-ulang. Untuk mengatasinya, cukup dengan berbaring atau duduk yang rileks, biasanya akan cepat hilang.

dr Ario mengatakan, jika semakin berat harus secepat mungkin diberikan pertolongan kurang dari satu jam. Akan jauh lebih baik jika dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan oksigen ataupun tindakan medis lainnya.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)