Jumat, 21 Feb 2020 15:45 WIB

Ada yang Hamil dan Keguguran, Hak-hak Perawat 'COVID-19' Jadi Sorotan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
tim medis virus corona Ilustrasi perawat pasien COVID-19. (Foto: Astroboys2019 via Bored Panda)
Jakarta -

Feminis di China memberikan respons negatif terhadap pemerintahnya terkait pemberitaan perawat yang menangani pasien COVID-19. Di dalam beberapa pemberitaan, disebutkan adanya perawat yang tengah hamil besar dan yang baru saja keguguran tetap bekerja menangani pasien virus.

Perawat bernama Zhao Yu tersebut digambarkan sebagai 'seorang ibu dan malaikat yang hebat dengan gaun putih' yang terus bekerja di ruang gawat darurat rumah sakit militer di Wuhan. Ia dijadwalkan akan melahirkan dalam waktu 20 hari, saat laporan itu disiarkan.

Dikutip dari South China Morning Post, perawat lainnya yaitu Huang Shan (27) yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan yang baru saja keguguran juga diberitakan sudah kembali bekerja. Ia hanya beristirahat selama 10 hari, yang harusnya 28 hari.

Menanggapi hal ini, seorang penulis feminis di Guangzhou Hou Hongbin mengatakan pemberitaan itu sangat tidak manusiawi untuk membiarkan kedua perawat itu tetap bekerja.

"Rumah sakit seharusnya tidak mengizinkan perawat yang hamil sembilan bulan atau yang mengalami keguguran untuk bekerja. Saat itu sistem kekebalan tubuhnya lemah dan sangat mungkin terinfeksi virus itu," jelas Hou.

Hou mengatakan, keadaan perawat yang seperti itu bukannya mendapat pandangan positif, tapi malah sebaliknya. Begitu juga para perawat yang memotong habis rambutnya, terkesan berkorban tapi sangat tidak manusiawi.

Menurut Hou, pemberitaan itu hanya propaganda dan mengintimidasi perawat wanita. Bahkan itu mempermalukan para perawat juga, yang seolah-olah berkorban demi pasien COVID-19.

Selain itu, ada juga pemberitaan tentang perawat wanita yang tidak bisa mengganti pembalut hingga harus menelan pil KB untuk mencegah menstruasi.

"Ini adalah fenomena yang besar, di mana hak wanita diabaikan. Bahkan kebutuhan biologis mereka dipandang remeh," katanya.



Simak Video "Mulai Senin, RSPI Sulianti Saroso Jadi Rumah Sakit Khusus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)