Jumat, 21 Feb 2020 15:47 WIB

Ada Super-Spreader Corona, Daegu 'Kota Mati' Batasi Cuti Petugas Militer

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Workers wearing protective gears spray disinfectant against the new coronavirus in front of a church in Daegu, South Korea, Thursday, Feb. 20, 2020. The mayor of the South Korean city of Daegu urged its 2.5 million people on Thursday to refrain from going outside as cases of the new virus spike. (Kim Jun-beom/Yonhap via AP) Petugas menyemprotkan desinfektan di Kota Daegu (Foto: Kim Jun-beom/Yonhap via AP)
Jakarta -

Saat ini, tingkat infeksi virus corona di negara asalnya yaitu China terus menurun. Namun, ini malah meluap di negara lain salah satunya Korea Selatan.

Belum lama, di kota Daegu ada 73 kasus baru virus corona COVID-19 dilaporkan oleh pemerintah Korea Selatan. Sebanyak 42 di antaranya langsung terhubung dengan Gereja Shincheonji di Daegu, yaitu sebuah gereja dari sekte yang didirikan Lee Man-hee.

Bahkan pusat pencegahan dan pengendalian penyakit (CDC) setempat menyebutnya sebagai peristiwa super-spread. Ini biasanya digunakan dalam situasi wabah dengan penularan yang banyak hanya dari satu pasien yang pertama tertular.

Dampaknya, kota Daegu yang semula ramai mendadak seperti kota mati. Sekitar 2,5 juta penduduknya memilih berdiam diri, tidak seperti biasanya yang berjalan-jalan dan sangat sibuk.

Dikutip dari Washington Times, pemerintah Korea Selatan juga telah membatasi personel militernya beroperasi dan menyarankan mereka untuk cuti. Ini dilakukan karena mereka khawatir virus tersebut akan menyebar ke pasukan bersenjata.



Simak Video "Wabah COVID-19, Status Korea Selatan Naik jadi 'Gawat'"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)