Jumat, 21 Feb 2020 18:41 WIB

Virus Corona Diduga Bermutasi, Ilmuwan Sebut Sudah Terjadi di China

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Otoritas Hong Kong evakuasi penghuni apartemen di pinggiran kota itu. Evakuasi dilakukan usai ada penghuni apartemen yang alami gejala terinfeksi virus corona. Dugaan virus corona bermutasi mulai diwaspadai (Foto: AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta -

Sebanyak 634 penumpang kapal pesiar Diamond Princess positif terinfeksi virus corona COVID-19. Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto, khawatir akan adanya virus yang bermutasi di dalam kapal pesiar itu.

"Karena muncul episentrum baru maka kelompok ini dikhawatirkan muncul mutasi COVID-19. Dari beberapa referensi, kelihatannya positif tapi gejalanya makin ringan," kata pria yang akrab disapa dr Yuri kepada media di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio mengatakan kemungkinan virus corona bisa saja terjadi. Namun itu tidak selalu berarti buruk.

"Semua virus memang bisa bermutasi, cuman kecepatan bermutasinya berbeda-beda dan tergantung lingkungan di mana si virus itu hidup," kata Prof Amin, kepada detikcom, Jumat (21/2/2020).

Menurut laporan itu sekarang sudah mencapai generasi yang keempat, dan kecenderungannya itu menjadi lebih kurang virulence.Prof Amin Soebandrio - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman

Prof Amin juga menjelaskan bahwa tak setiap virus yang bermutasi itu akan menjadi lebih buruk. Sebab virus akan bermutasi secara acak.

"Kemungkinan dia menjadi sulit terdeteksi, lebih virulence, lebih menular juga bisa. Atau sebaliknya menjadi kurang virulence dan menjadi kurang menular juga bisa," jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang ia terima saat ini virus corona COVID-19 memang telah bermutasi dan itu sudah terjadi di China.

"Karena menurut laporan itu sekarang sudah mencapai generasi yang keempat, dan kecenderungannya itu menjadi lebih kurang virulence," pungkasnya.



Simak Video "Gejala Infeksi Corona COVID-19 Tak Biasa yang Perlu Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)