Jumat, 21 Feb 2020 19:50 WIB

Virus Corona COVID-19 Bermutasi, Bakal Makin Susah Bikin Vaksin?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Di tengah perjuangan menciptakan vaksin, virus corona COVID-19 terindikasi mengalami mutasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kemungkinan virus corona bermutasi mulai diwaspadai, bahkan dilaporkan sudah terjadi di China. Bakal mempengaruhi proses pembuatan vaksin yang tengah dikerjakan para ilmuwan?

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio mengatakan bahwa tidak semua virus yang bermutasi berubah secara total, dan bagian yang tidak berubah itu lah yang akan dijadikan vaksin.

"Jadi walaupun ada bagian lain yang bermutasi, tetap ada bagian lain yang tidak berubah. Nah itu yang harus diambil untuk jadi calon vaksin," kata Prof Amin, kepada detikcom, Jumat (21/2/2020).

"Jadi tidak berpengaruh, karena ditunjukkan pada bagian yang tidak berubah," lanjutnya.

Meskipun begitu, Prof Amin menegaskan bahwa bagian-bagian virus corona yang telah berubah itu tak boleh diabaikan, dan tetap perlu dipelajari lebih lanjut.

"Tentunya kita harus pelajari terus, virus yang bersirkulasi itu mutasinya di bagian-bagian mana saja dan itu harus dikonfirmasi terus," tuturnya.



Simak Video "Temukan Vaksin Virus Corona, Ilmuwan Hong Kong: Masih Perlu Diuji"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)