Sabtu, 22 Feb 2020 14:07 WIB

Terpopuler Sepekan: Serangan Jantung dan Olahraga Ashraf Sinclair

Firdaus Anwar - detikHealth
Ashraf Sinclair dari instagram. Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair karena serangan jantung membuat heboh. (Foto: Dok. Instagram/ashrafsinclair)
Jakarta -

Ashraf Sinclair meninggal akibat serangan jantung pada hari Selasa (18/2/2020) di usia 40 tahun. Kabar wafatnya suami Bunga Citra Lestari (BCL) ini membuat heboh karena ia dikenal sebagai sosok yang gemar berolahraga.

Banyak yang lantas mempertanyakan, lalu apa manfaat olahraga kalau tetap kena serangan jantung juga? Atau jangan-jangan olahraga bisa bikin serangan jantung?

"Olahraga justru menurunkan risiko serangan jantung," tegas dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, pada detikcom.

Masalahnya, menurut dr Vito, adalah beberapa orang hanya olahraga tanpa pernah melakukan check up rutin. dr Vito mengibaratkan seperti mesin yang sering dipakai balapan, tetapi tidak pernah dibawa ke bengkel.

"Tahu-tahu ban sudah aus, bocor, klep mesin longgar, atau oli sudah habis," jelasnya.

Beberapa orang ada yang mengaitkan serangan jantung Ashraf dengan olahraga yang ditekuninya yaitu CrossFit. Situs resmi Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) menjelaskan CrossFit adalah perpaduan antara latihan interval intensitas tinggi (HIIT), angkat beban, gymnastic, dan disiplin lainnya.

Ahli jantung dan pembuluh darah dr Dede Moeswir, SpPD, KKV, dari OMNI Hospitals Pulomas menjelaskan olahraga intesitas tinggi memang tidak disarankan untuk kondisi tertentu. Bagi mereka yang sudah memiliki faktor risiko, olahraga seperti CrossFit bisa saja memicu serangan jantung.

Faktor risiko untuk serangan jantung mulai dari usia, kolesterol, hipertensi, kebiasaan merokok, hingga keturunan.

"Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan sebenarnya. Pasien saya yang serangan jantung akut sangat banyak karena setelah melakukan aktivitas seperti ini," kata dr Dede pada detikcom, Selasa (18/20/2020).

"Olahraga yang memacu jantung ini biasanya menyebabkan hormon-hormon yang tidak baik itu dilepaskan dalam keadaan berlebihan oleh tubuh. Misalnya adrenalin, katekolamin, seperti itu. Untuk orang-orang yang sudah punya faktor risiko penyakit jantung ya terpicu kena serangan," pungkasnya.



Simak Video " Aktif Olahraga, Ashraf Sinclair Kantongi Sertifikat Pelatih Crossfit"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)