Minggu, 23 Feb 2020 08:55 WIB

55 RW di Jakarta Terendam, Waspadai 5 Ancaman Penyakit Saat Banjir

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2020 di Jakarta baru terjadi pada Februari dan Maret mendatang. Kemunculan berbagai jenis penyakit perlu diwaspadai saat musim hujan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Hujan yang turun sejak dini hari tadi merendam sejumlah titik di Jakarta. Ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai 120 centimeter.

Tercatat ada 55 RW di ibukota yang terendam banjir. Sebanyak 14 RW berada di Jakarta Pusat, 1 RW di Jakarta Utara, 6 RW di Jakarta Barat, 28 RW di Jakarta Timur.

Selain memicu kerugian harta benda, genangan banjir juga berpotensi menyebabkan berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Diare

Masalah paling umum saat banjir melanda adalah akses air bersih. Pencemaran bisa terjadi di mana saja, dan sistem pencernaan paling rentan terhadap gangguan akibat air kotor yang masuk lewat makan dan minum.

2. ISPA

Hujan dan genangan air menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga rentan terserang penyakit. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) juga banyak menyerang di musim banjir.

3. Infeksi kulit

Jamur kulit paling mudah tumbuh pada suasana lembab. Ditambah dengan sulitnya akses air bersih, infeksi jamur kulit menjadi masalah umum dalam situasi banjir.

4. Leptospirosis

Bangkai dan kencing tikus juga harus diwaspadai sebagai sumber penyakit di musim hujan, apalagi bila terjadi banjir. Bakteri Leptospira yang ditularkan lewat kencing tikus bisa memicu leptospirosis.

5. Demam berdarah dengue

Genangan air sebelum dan sesudah banjir bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Salah satu penyakin yang ditularkan nyamuk di musim hujan adalah demam berdarah dengue.



Simak Video "Rawan Hipotermia saat Banjir, Begini Cara Mencegahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)