Senin, 24 Feb 2020 05:29 WIB

Round Up

Heboh WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Seorang WN Jepang dikabarkan positif virus corona COVID-19 sepulang dari Indonesia (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kantor berita NHK melaporkan, seorang pria Jepang positif mengidap COVID-19 sepulang dari Indonesia. Menurut laporan tersebut, pemerintah metropolitan Tokyo mengidentifikasi pria Tokyo ini berusia sekitar 60-an tahun.

Pria ini adalah seorang anggota staf di sebuah fasilitas perawatan senior. Awalnya ia mengunjungi sebuah institusi perawatan kesehatan pada 12 Februari lalu, karena mengalami gejala-gejala seperti flu. Namun ia kembali ke rumah karena tidak terdiagnosis pneumonia.

Lalu setelahnya, dia kembali bekerja di rumah senior pada 13 Februari, dan di tanggal 14 Februari memutuskan untuk diam di rumah. Namun kemudian ia dilaporkan bepergian ke Indonesia untuk liburan keluarga di tanggal 15 Februari.

Meski begitu, laporan NHK tidak menjelaskan tujuan pasti pria itu saat berkunjung ke Indonesia. Pria itu diketahui dirawat di rumah sakit setelah kembali ke Jepang pada 19 Februari karena kesulitan bernapas, dan dikatakan dalam "kondisi serius".

Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan RI mengaku belum mendapat konfirmasi lebih lanjut terkait hal tersebut meski sudah menghubungi pihak Jepang.

"Belum. Belum dijawab sama Jepang," jelas dr Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat dihubungi detikcom, Minggu (23/2/2020).

Siaran pers dari Tokyo Novel Coronavirus Infectious Disease Control Center di situs web pemerintah metropolitan Tokyo menyatakan bahwa seorang penduduk Tokyo berusia 60-an dinyatakan positif mengidap penyakit COVID-19, dan gejala-gejalanya mulai terjadi pada 12 Februari.

Rilis yang beredar mengatakan pria itu tidak memiliki riwayat perjalanan ke China dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala. Kondisi pria tersebut kini terdaftar sebagai pasien dengan kondisi "serius".

Kasus ini menjadi kasus kedua, seorang pasien dinyatakan positif virus corona COVID-19 setelah berkunjung ke Indonesia. Kasus pertama terjadi pada seorang lelaki Tionghoa yang bernama Jin, dinyatakan positif mengidap penyakit itu awal bulan ini, delapan hari setelah kembali dari Bali.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)