Senin, 24 Feb 2020 11:28 WIB

Kebiasaan Ngemil Bisa Bikin Sehat, tapi Ada Syaratnya Loh!

Akfa Nasrulhak - detikHealth
ngemil Foto: shutterstock
Jakarta -

Setiap orang tentu suka ngemil baik saat bekerja, nonton, belajar ataupun kegiatan lainnya. Biasanya orang beranggapan buruk pada kebiasaan ngemil. Namun, ngemil tidak sepenuhnya salah jika Anda bisa mengakali kebiasaan ngemil agar tetap bisa sehat.

Mungkin ngemil tidak baik bagi beberapa orang, tetapi pasti bisa membantu beberapa orang menghindari kelaparan. Dilansir dari Healthline, kelaparan memang menjadi motivasi utama di balik ngemil, tetapi faktor-faktor seperti lokasi, lingkungan sosial, waktu, dan ketersediaan makanan juga berkontribusi terhadap kebiasaan ngemil.

Bahkan, seringkali orang ngemil ketika tersedia makanan yang menggugah selera, meskipun sebenarnya mereka tidak lapar. Dalam sebuah penelitian, ketika orang yang obesitas ditanya mengapa mereka memilih makanan ringan yang tidak sehat, respons yang paling umum adalah godaan, diikuti oleh rasa lapar dan tingkat energi yang rendah. Karena itu, salah satu syarat untuk membuat kebiasaan ngemil agar tetap sehat adalah selalu sedia camilan sehat.

"Tren kesehatan saat ini mengarahkan bahwa selain tiga makanan sehat baik sarapan, makan siang, dan makan malam, semua orang harus mengonsumsi cemilan sehat pada pagi dan sore hari juga. Setelah makan malam, konsumsi hidangan penutup kecil atau makanan ringan setelah makan malam juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh agar selalu dalam keadaan fit," ujar Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita kepada detikHealth, baru-baru ini.

Ketika Anda terlalu lama tanpa makan berat, mungkin akan menjadi sangat lapar sehingga akhirnya mengonsumsi makanan berkalori lebih dari apa yang dibutuhkan. Karenanya, kebiasaan ngemil juga dapat membantu menjaga tingkat kelaparan agar tetap seimbang dengan adanya jeda antara makan berat.

"Memperbanyak waktu makan, bukan berarti menambah porsi makan. Tapi untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari. Kebutuhan kalori seseorang per hari umumnya adalah 1.800 kkal sampai 2000 kkal. Jika berlebihan, maka akan tersimpan menjadi lemak dan menimbulkan obesitas atau kegemukan," jelas dr Adeline.

"Disarankan untuk makan empat hingga lima kali sehari, setiap beberapa jam sekali agar kadar gula darah tetap stabil untuk melakukan aktivitas," imbuhnya.

Lebih lanjut dr Adeline menjelaskan, makan dengan porsi lebih kecil ataupun dengan selingan cemilan sehat tidak hanya membuat Anda lebih berenergi dan lebih fokus, tapi juga membantu metabolisme tubuh bekerja maksimal. Jadi kalori juga terus terbakar serta tidak terjadi lonjakan kadar gula darah dalam tubuh.

Adapun yang dimaksud cemilan yang sehat adalah camilan yang mengenyangkan, tidak mengandung lemak, tanpa zat pewarna, maupun pengawet. Salah satu camilan sehat yang bisa dikonsumsi seperti biji-bijian yang memiliki tinggi serat sehingga baik untuk kesehatan.

"Salah satu manfaatnya bagi kesehatan adalah menurunkan kolesterol dalam darah," jelasnya.

Walau memiliki banyak keuntungan, kebanyakan orang tidak suka mengonsumsi multigrain karena rasanya hambar. Kamu bisa makan Fitbar, cemilan yang dibuat dari komposisi multigrain seperti oat, quinoa, dan gandum utuh murni.

Salah satunya adalah mengonsumsi camilan sehat adalah Fitbar. Camilan yang dibuat dari multigrain dengan komposisi Australian oats, rice crispy, dan premium corn flakes, hanya mengandung 90 kkal per saji sehingga ngemil Anda tetap menyehatkan.

(akn/ega)