Senin, 24 Feb 2020 13:15 WIB

Tak Temukan Satupun Virus Corona di Bandara, AS Ragukan Thermal Scanner

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Airport personnel look at thermal scanners as they check on arriving passengers at Manilas international airport, Philippines, Thursday, Jan. 23, 2020. The government is closely monitoring arrival of passengers as a new coronavirus outbreak in Wuhan, China has infected hundreds and caused deaths in that area. (AP Photo/Aaron Favila) AS ragukan kemampuan thermal scanner karena tak temukan corona di bandara. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sebelas bandara di Amerika Serikat menggunakan pemeriksaan suhu sebagai salah satu langkah untuk membantu mendeteksi virus corona baru COVID-19. Namun belakangan langkah ini dinilai tidak begitu membantu, karena seseorang yang tidak menunjukkan gejala demam disebut baik-baik saja.

Mengutip CNN, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah menyaring lebih dari 30.000 penumpang dalam sebulan terakhir. Dari proses tersebut, tidak satu pun kasus virus corona baru COVID-19 di AS terdeteksi saat pemeriksaan suhu di bandara.

Perdebatan terkait kegunaan pemeriksaan suhu bandara ini sudah lama terjadi. Tetapi baru-baru ini, studi Eropa baru menunjukkan kalau alat ini memang tidak berfungsi. Awal bulan ini, peneliti Inggris juga menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pemeriksaan suhu akan gagal mendeteksi infeksi virus corona baru.

Setidaknya satu negara telah menemukan pemeriksaan suhu bandara sangat tidak membantu sehingga memutuskan untuk tidak melakukannya selama wabah virus corona baru. Israel menggunakannya pada tahun-tahun sebelumnya untuk Ebola, SARS dan H1N1, tetapi ternyata tidak berhasil.

"Itu tidak efektif dan tidak efisien," kata Dr. Itamar Grotto, associate director general dari Kementerian Kesehatan Israel.

Grotto menjelaskan masalahnya adalah bahwa suhu normal terlihat memberikan "jaminan palsu." Penumpang dengan suhu normal masih bisa termasuk dalam masa inkubasi, yang artinya mereka terinfeksi, tetapi belum mengalami demam.

Selain itu, menurut penelitian yang dipublikasikan, sedikitnya pasien dengan virus corona baru tidak mengalami demam. Beberapa ahli yakin bahwa untuk alasan ini, pemeriksaan suhu di bandara tidak berguna.



Simak Video "Dalam 24 Jam, 2.108 Orang Meninggal di AS karena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)