Selasa, 25 Feb 2020 08:33 WIB

Belum Ada Bukti Virus Corona COVID-19 Bisa Menular Tanpa Gejala

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Pengukuran suhu tubuh dengan thermal gun (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sejak virus corona menyebar di China dan beberapa negara lainnya, banyak penelitian dan prediksi soal penularannya. Sebelumnya juga pernah diungkapkan bahwa COVID-19 ini bisa ditularkan dari orang yang tidak bergejala.

Namun, itu belum ada bukti yang kuat untuk meyakininya. Hal ini disampaikan oleh direktur klinis dari Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), Dr Shawn Vasoo.

"Penularan COVID-19 sebagian besar masih melalui orang yang bergejala atau memiliki gejala dari penyakit tersebut," jelasnya yang dikutip dari The Straits Times.

"Dari kasus virus corona, penularan juga hanya bisa disebarkan melalui kontaminasi lingkungan atau paparan dari orang yang terinfeksi," imbuhnya.

Menurut Dr Vasoo, meskipun penyakit akibat virus bisa menular saat fase pra-gejala, ini perlu dibuktikan lagi. Sampai saat ini ia juga belum memiliki data yang kuat untuk bisa membuktikan, bahwa itu bisa terjadi pada COVID-19 atau virus corona.



Simak Video "Tunda Liburan! Pilih Social Distancing di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)