Selasa, 25 Feb 2020 12:36 WIB

Anak-anak Berenang di Genangan Banjir, Ini Risikonya untuk Kesehatan

Firdaus Anwar - detikHealth
Banjir masih merendam kawasan Villa Mutiara Pluit, Tangerang. Meski banjir mulai surut, warga masih beraktivitas dengan menggunakan perahu karet. Anak-anak bermain air banjir (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya menimbulkan beberapa titik banjir pada hari Selasa (25/2/2020). Anak-anak dilaporkan memanfaatkan momen ini untuk bermain dan berenang di lokasi banjir.

Perilaku berenang di lokasi banjir ini sebetulnya sangat tidak disarankan karena berisiko mengundang berbagai macam penyakit mulai dari leptospirosis, diare, hingga penyakit kulit akibat air kotor. Selain itu lokasi banjir tidak bisa dipastikan 100 persen aman dari benda berbahaya seperti puing atau bebatuan tajam.

drg Christina Pindi dari Puskesmas Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu menyebut dirinya kerap menemukan anak luka usai bermain di lokasi banjir.

"Ada yang luka kulitnya karen menginjak benda tajam, ada juga yang benjol karena terantuk batu di jalanan," tutur drg Christina.

Saat kulit mengalami luka di tengah banjir, maka berbagai macam kuman yang ada di air dapat lebih leluasa masuk ke dalam tubuh. Efeknya seseorang mungkin akan mengalami penyakit infeksi.

dr Meta Hanindita dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengimbau agar para orang tua sebisa mungkin tidak memperbolehkan anak bermain di genangan banjir apalagi sampai berenang. Bila anak ingin membantu membersihkan rumah dari banjir maka siapkan perlengkapan memadai seperti sarung tangan plastik hingga sepatu bot bersol keras.

"Kemudian jangan lupa langsung bersihkan kulit yang terkena kontak air banjir dengan sabun. Sebab penyakit kulit yang menyerang anak saat banjir bisa macam-macam, karena bakteri sehingga menyebabkan gatal-gatal, bisa juga karena alergi," kata dr Meta.



Simak Video "Ahli Jelaskan Soal Viral 'Wanita Berenang Bersama Pria Bisa Hamil'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)