Selasa, 25 Feb 2020 20:00 WIB

Beda Pola Karantina WNI ABK Diamond Princess dan World Dream

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumlah orang yang positif virus corona di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang bertambah jadi 218 orang. Sebelumnya diketahui ada 175 orang positif virus itu WNI ABK Diamond Princess akan dikarantina sepulang ke Indonesia (Foto: AP Photo/Jae C. Hong)
Jakarta -

Pemerintah berencana memulangkan WNI yang menjadi anak buah kapal di kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream. Untuk karantina WNI di World Dream, pemerintah telah menentukan lokasi karantina dan waktu penjemputan.

Kementerian Kesehatan RI menyebut WNI di kapal pesiar World Dream akan dikarantina kesehatan di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Rencananya kapal rumah sakit dr Soeharso akan menjemput WNI di World Dream dengan titik temu Selat Durian, Riau, pada Rabu (26/6).

Berbeda dengan World Dream, jadwal pemulangan WNI di Diamond Princess hingga kini belum ditetapkan. Meski pemerintah berjanji akan tetap memulangkan, Diamond Princess yang sudah menjadi episentrum baru COVID-19 membuat banyak pihak lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Yang pasti belum kita tentukan sekarang (Diamond Princess) karena tidak memungkinan untuk mengevakuasi mereka atau menentukan lokasinua dlm satu ruangan terbuka yg tdk memungkinkan kita melakukan clustering," jelas Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Achmad Yurianto kepada media melalui sambungan telepon di Kantor Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, (25/2/2020).

Saat ini WNI yang terinfeksi di Diamond Princess berjumlah sembilan orang dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Selama masih berada di kapal, otoritas kesehatan Jepang akan melakukan pemantauan kondisi WNI karena bukan hanya ABK Indonesia yang ada di kapal itu.

Pun ketika di evakuasi dan karantina, WNI di World Dream akan menjalani aktivitas sama seperti WNI yang di karantina di Natuna beberapa waktu lalu. Masa karantina 1x14 hari sementara WNI di Diamond Princess menjalani karantina dua kali masa inkubasi atau 2x14 hari.

"Kasus ini (World Dream) beda dengan Diamond Princess karena tanggal 5-9 Februari sudah dilakukan pemeriksaan otoritas Hong Kong dan hasilnya negatif. Kita hitung dari tanggal 5 Februari sampai sekarang tidak ada gejala muncul di dalam kapal maupun di antara ABK oleh tim kesehatan di atas kapal. Tapi tetap dia turun dan di kapal Soeharso kita pemeriksaan ulang fisik maupun spesimennya. Mudah mudahan negatif," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Semprit Video Viral Membuat Masker dari Tisu Basah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)