Rabu, 26 Feb 2020 11:10 WIB

Sudah 39 Negara Terjangkit, Mungkinkah Virus Corona COVID-19 Jadi Pandemi?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A policeman and pedestrians wear masks to help guard against the Coronavirus, in downtown Tehran, Iran, Sunday, Feb. 23, 2020. On Sunday, Irans health ministry raised the death toll from the new virus to 8 people in the country, amid concerns that clusters there, as well as in Italy and South Korea, could signal a serious new stage in its global spread. (AP Photo/Ebrahim Noroozi) Warga Iran mengantisipasi virus corona dengan masker (Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Jakarta -

Baru-baru ini, virus corona baru telah terdeteksi di Italia dan Iran. Sementara itu, kasus COVID-19 di Korea Selatan juga melonjak.

Saat ini sudah ada 39 negara yang melaporkan kasus virus corona COVID-19. Mungkinkah hal ini bisa disebut mendekati kategori pandemi?

Pandemi adalah penyakit yang menyebar di banyak negara di seluruh dunia secara bersamaan. "Saya pikir banyak orang akan menganggap situasi saat ini sebagai pandemi, kami memiliki transmisi yang sedang berlangsung di berbagai wilayah di dunia," Prof Jimmy Whitworth, dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

Mengutip BBC, beberapa ilmuwan bahkan berargumen bahwa ini telah memasuki tahap paling awal dari pandemi. Perkembangan kasus corona di Korea Selatan, Italia, dan Iran juga menjadi alasan mengapa orang menilai wabah virus corona sebagai pandemi.

Prof Devi Sridhar, dari University of Edinburgh, menjelaskan perspektifnya terkait corona yang berpotensi dikategorikan 'pandemi'. "Ini sebagian besar merupakan keadaan darurat Tiongkok, sekarang kami melihatnya sedang mengembangkannya, Korea Selatan, Jepang, Iran, dan sekarang Italia," katanya.

"Itu adalah virus yang sangat menular dan menyebar dengan sangat cepat," tambahnya.

Ia juga menjelaskan kematian karena virus corona ini hanya membunuh sebagian kecil orang yang terinfeksi, dan butuh waktu berminggu-minggu untuk melihat atau mendeteksi infeksi yang akhirnya menjadi kematian.

"Ini menunjukkan sejumlah besar orang dengan gejala minimal, atau yang tidak menunjukkan gejala, yang tidak sedang diuji atau bahkan sedang diidentifikasi. Siapa yang tahu sudah berapa lama ia terinfeksi?" ungkapnya.



Simak Video "Sejarah Pandemi Dunia: Apakah COVID-19 yang Terparah?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)