Kamis, 27 Feb 2020 10:11 WIB

Kisah Pasien Singapura Saat Berjuang Sembuh dari Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Perlukah Kita Pakai Masker Untuk Cegah Virus Corona? Cerita mantan pasien COVID-19 saat menjalani isolasi. Foto ilustrasi: ABC Australia
Jakarta -

Pada Rabu pekan lalu, seorang pasien asal Singapura membagikan kisahnya menjadi pasien virus corona COVID-19. Karyawan Gereja Grace Assembly of God yang berusia 34 tahun ini menjadi kasus ke 48 di negara tersebut. Setelah dipastikan positif virus corona, ia mulai menghindari orang-orang yang dicintainya agar tidak menginfeksi mereka juga.

Saat itu, ia hanya diberikan waktu kurang dari satu jam untuk berkemas sebelum ambulan menjemputnya. Ia dibawa dari rumahnya di Bukit Batok ke Pusat Penyakit Menular Nasional (NCID), tempatnya akan diisolasi.

Pasien yang tidak disebutkan namanya itu menceritakan keadaanya saat diisolasi di NCID. Akses keluar masuk ruang isolasi harus melewati pintu kaca, untuk mencegah kontaminasi dan penularan virus.

Makanan dan obat diantar melalui lubang yang ada di dinding, bahkan untuk berkomunikasi dengan para perawat harus melalui telepon. Para staf medis pun diwajibkan menggunakan pakaian pelindung sebelum kontak langsung dengan pasien.

"Saya merasa seperti penderita kusta bahkan tahanan dan merasa bersalah. Karena mungkin keluarga saya berisiko tertular, bahkan dikaitkan dengan kasus ini," tuturnya yang dikutip dari Asia One.

Namun, setelah menjalani dua kali tes swab di rumah sakit tersebut, akhirnya ia dipastikan negatif dari virus corona. Dokter berjalan ke ruang isolasinya tanpa pakaian pelindung dan memperbolehkannya pulang.

"Saya sangat senang diperbolehkan pulang. Tubuh yang telah berjuang melawan virus itu sekarang sudah selamat dari COVID-19," katanya.

Sampai di rumah, ia kembali bisa memeluk keluarganya dan berterima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan.



Simak Video "Tunda Liburan! Pilih Social Distancing di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)